Debut Toprak Razgatlioglu Jadi Sorotan di Awal Era Mesin V4 Yamaha

Oleh: Harits Tryan
Minggu, 15 Maret 2026 | 13:35 WIB
Debut Toprak Razgatlioglu Jadi Sorotan di Awal Era Mesin V4 Yamaha. (Foto/MotoGP).
Debut Toprak Razgatlioglu Jadi Sorotan di Awal Era Mesin V4 Yamaha. (Foto/MotoGP).

BeritaNasional.com - Yamaha memulai era baru di MotoGP dengan menghadirkan motor YZR-M1 bermesin V4 pada musim ini. Pabrikan asal Jepang itu meninggalkan mesin Inline-4 yang telah lama digunakan setelah gagal kembali meraih gelar juara dunia sejak terakhir kali diraih pada 2021 bersama Fabio Quartararo.

Perubahan besar tersebut menjadi bagian dari arah baru Yamaha, bahkan satu tahun lebih cepat sebelum regulasi baru MotoGP diberlakukan pada 2027. Motor baru ini langsung menjalani debut kompetitif pada seri pembuka musim di Grand Prix Thailand.

Meski awal musim tidak sepenuhnya mudah, Yamaha masih mendapatkan beberapa hasil positif. Quartararo dan rekan setimnya, Alex Rins, berhasil finis di zona poin. Sementara itu, Jack Miller dari tim Prima Pramac Yamaha MotoGP menjadi pembalap Yamaha terakhir yang menyentuh garis finis.

Perhatian khusus juga tertuju pada debut rookie Yamaha, Toprak Razgatlioglu. Juara dunia WorldSBK tiga kali itu menjalani tantangan baru di MotoGP dengan berbagai penyesuaian, mulai dari motor baru, penggunaan ban Michelin, hingga proyek pengembangan Yamaha yang masih mencari arah terbaik.

Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, menilai penampilan Razgatlioglu menjadi salah satu sorotan positif dalam akhir pekan balapan di Thailand.

"Ketika saya menonton keempat pembalap MotoGP, tentu saja semua orang telah memberikan 100% kemampuan mereka, tetapi saya pikir Toprak, yang sudah sangat dekat dengan yang lain dan itu satu-satunya tolok ukur yang dia miliki saya pikir dia bisa pulang dengan cukup puas," kata Pavesio dilansir dari laman resm MotoGP, Minggu (15/3/2026).

Menurut Pavesio, perjalanan Razgatlioglu di MotoGP menjadi pengalaman menarik setelah bertahun-tahun meraih kesuksesan di WorldSBK. Ia menilai pembalap asal Turki itu berusaha membawa pendekatan balap Superbike agar lebih dekat dengan karakter MotoGP.

"Saya pikir bagi Toprak, perjalanannya cukup menarik. Setelah bertahun-tahun begitu sukses di WorldSBK, saya pikir dia mencari cara untuk membuat MotoGP lebih dekat dengan Superbike," ujarnya.

Yamaha, lanjut Pavesio, memberikan dukungan penuh kepada Razgatlioglu untuk beradaptasi dengan gaya balap MotoGP, termasuk berbagai penyesuaian teknis yang dilakukan selama pengujian.

Dalam debut balapannya, Razgatlioglu menyelesaikan Grand Prix pertamanya dengan selisih kurang dari sembilan detik di belakang Quartararo. Catatan waktu terbaiknya saat sesi FP1 adalah 1 menit 31,109 detik, sebelum meningkat menjadi 1 menit 30,165 detik pada akhir sesi kualifikasi pertama (Q1).

Waktu tersebut hanya terpaut kurang dari 0,1 detik dari Rins, lebih dari 0,3 detik dari Miller, dan sekitar 0,6 detik dari Quartararo yang dikenal memiliki reputasi kuat dalam kecepatan satu lap.

Setelah GP Thailand, MotoGP akan melanjutkan seri berikutnya di sirkuit baru bagi seluruh pembalap. Razgatlioglu bersama rookie lain, Diogo Moreira dari tim LCR Honda, diperkirakan akan berusaha memaksimalkan performa mereka pada Grand Prix Brasil yang digelar di Sirkuit Goiania akhir pekan mendatang.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: