Liverpool Ditahan Imbang Tottenham, Ini Kata Arne Slot
BeritaNasional.com - Ambisi Liverpool untuk menembus posisi empat besar klasemen Liga Inggris harus tertahan.
Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Anfield pada Minggu (15/3/2026) waktu setempat, The Reds dipaksa berbagi poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh Tottenham Hotspur pada pekan ke-30.
Liverpool sejatinya sempat unggul lebih dulu melalui aksi Dominik Szoboszlai. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna seketika setelah pemain pengganti Spurs, Richarlison, mencetak gol penyelamat di menit-menit akhir pertandingan.
Hasil imbang ini membawa Liverpool naik ke peringkat kelima dengan koleksi 49 poin. Meski naik satu peringkat, mereka kini terpaut dua poin dari zona Liga Champions.
Di sisi lain, satu poin ini sangat berharga bagi Tottenham. Meski masih tertahan di posisi ke-16 dengan 30 poin, mereka setidaknya menjaga jarak aman satu poin dari jurang degradasi.
Menanggapi hasil tersebut, Pelatih Liverpool Arne Slot mengungkapkan kekecewaannya. Dalam wawancara yang dikutip dari laman resmi klub pada Senin (16/3/2026), pelatih asal Belanda ini menilai timnya seharusnya bisa mengunci kemenangan lebih awal.
"Kami adalah tim yang lebih baik di sebagian besar pertandingan. Di saat seperti itulah Anda harus mencetak gol kedua. Kami punya banyak momen untuk melakukannya, tapi gagal," ujar Slot pada Senin (16/3/2026).
Mantan pelatih Feyenoord ini menyoroti lemahnya penyelesaian akhir anak asuhnya, terutama dalam situasi serangan balik yang menguntungkan.
"Kami punya situasi empat lawan tiga dan tiga lawan dua. Dengan kualitas pemain yang kami miliki, seharusnya kami bisa menciptakan peluang lebih besar atau mencetak gol. Kami tidak melakukannya, dan di menit terakhir kami kebobolan. Setelah itu, tidak ada cukup waktu untuk memperbaikinya," tambahnya.
Slot juga mengakui kegagalan mengamankan poin penuh ini sangat merugikan peluang Liverpool lolos ke Liga Champions musim depan. Ia menyebut ada dua masalah utama yang menghantui timnya sepanjang musim ini.
Pertama, inefisiensi lini serang. Liverpool seringkali menciptakan banyak peluang (Expected Goals/xG yang tinggi) namun gagal mengonversinya menjadi gol.
Kedua, lini belakang yang rapuh. Ketidakmampuan menjaga clean sheet membuat pertandingan selalu berjalan ketat hingga menit akhir.
"Sering kali musim ini kami menciptakan lebih banyak peluang daripada jumlah gol yang kami cetak. Di Premier League, tim biasanya melampaui xG (peluang mencetak gol) mereka, tapi kami tidak. Itu kombinasi yang buruk jika Anda ingin mengumpulkan poin untuk naik ke papan atas," tandasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






