Soroti Kemacetan Jalur Mudik, DPR Minta BUMN Hadirkan Solusi

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 17 Maret 2026 | 11:27 WIB
Ilustrasi mudik Lebaran (BeritaNasional/Lydia)
Ilustrasi mudik Lebaran (BeritaNasional/Lydia)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah menyoroti kemacetan parah di sejumlah titik vital jalur mudik. Menurut Imas, kemacetan ini sangat merugikan pemudik dari sisi waktu, biaya dan keselamatan perjalanan.

Maka itu, Imas meminta BUMN sektor karya untuk memberikan solusi dengan menghadirkan infrastruktur yang layak dan nyaman.

"BUMN karya harus hadir sebagai solusi, bukan justru menjadi bagian dari persoalan. Komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang layak dan nyaman harus benar-benar diwujudkan, apalagi ini momentum mudik yang sangat krusial bagi masyarakat," ujarnya di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Imas juga menyoroti masih ada kondisi jalan rusak dan pekerjaan proyek yang belum sepenuhnya rampung di beberapa titik jalur mudik. Hal ini membahayakan pengguna jalan.

"Ini tidak bisa dianggap sepele. Jalan berlubang, perbaikan yang belum selesai, serta minimnya penerangan di beberapa ruas menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pemudik," ucapnya.

Politikus PKB ini mendesak BUMN karya untuk segera melakukan langkah cepat dan konkret, termasuk percepatan perbaikan jalan, optimalisasi manajemen lalu lintas di titik rawan macet, serta peningkatan fasilitas pendukung seperti rest area dan penerangan jalan.

Imas juga meminta adanya koordinasi intensif antara BUMN karya dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan pemerintah daerah agar penanganan arus mudik berjalan terpadu dan responsif.

"Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari lemahnya koordinasi dan lambannya respons. Mudik adalah momen kebahagiaan, negara harus memastikan perjalanan mereka aman dan nyaman," tuturnya.

Imas menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi puncak arus mudik yang diprediksi masih akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

"BUMN karya harus siaga penuh. Jika diperlukan, lakukan rekayasa lalu lintas tambahan, percepatan perbaikan darurat, hingga penambahan petugas di lapangan," pungkasnya.

Berdasarkan pemantauan di lapangan dan laporan masyarakat, kemacetan panjang dan jalan berlubang terpantau di sejumlah ruas strategis, antara lain:
Jalur Pantura, khususnya di wilayah Brebes–Tegal hingga Pekalongan.
Tol Trans Jawa, terutama di titik rest area.
Tol Tangerang-Merak, terutama di ruas tol Bitung, ruas tol Brebes, dan ruas tol Kayu Agung-Palembang yang banyak dipenuhi lubang.
Jalur selatan Jawa, seperti Tasikmalaya–Garut yang mengalami penyempitan jalan dan kepadatan kendaraan roda dua.
Jalur penyeberangan menuju Pelabuhan Gilimanuk–Ketapang.
Jalan Lintas Sumatera, terutama di ruas Sibolga-Pandan dan simpang Betung.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: