Konflik Timur Tengah Potensi Sebabkan Kelaparan Global ke Rekor Tertinggi

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 18 Maret 2026 | 14:07 WIB
Warga Gaza kelaparan. (Foto/UN News)
Warga Gaza kelaparan. (Foto/UN News)

BeritaNasional.com - Konflik di Timur Tengah berpotensi meningkatkan tingkat kelaparan global tertinggi sepanjang masa. Hal ini disampaikan Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melihat konflik yang masih berlangsung.

"Jika konflik Timur Tengah berlanjut hingga Juni, tambahan 45 juta orang dapat terdorong ke dalam kelaparan akut akibat kenaikan harga," kata Wakil Direktur Eksekutif WFP Carl Skau dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, Selasa (17/3/2026).

Menurut Skau, konflik tersebut telah menyebabkan efek domino yang signifikan terhadap operasi kemanusiaan global, dengan rantai pasokan WFP menghadapi gangguan paling parah sejak pandemi COVID-19 dan krisis Ukraina.

Seiring dengan eskalasi konflik Timur Tengah yang kini memasuki pekan ketiga, berbagai operasi bantuan pun mengalami durasi pengiriman yang lebih lama dan biaya yang lebih tinggi.

Tak hanya itu, WFP yang mengoperasikan ribuan truk di jalan setiap harinya juga menghadapi kenaikan biaya pengiriman sebesar 18 persen akibat melonjaknya harga minyak.

WFP akhirnya terpaksa mengurangi jatah makanan bagi masyarakat yang terancam kelaparan di Sudan, dan kini hanya mampu membantu satu dari empat anak yang mengalami kekurangan gizi akut di Afghanistan, yang merupakan pusat krisis malanutrisi terburuk di dunia.

Selain itu, Skau juga menyampaikan kekhawatiran atas terganggunya pasar pupuk global akibat "hampir terhentinya" Selat Hormuz, sebagai jalur penting bagi seperempat pasokan pupuk dunia. 

Dengan demikian, kata Skau, lonjakan biaya pangan dan bahan bakar global dapat membuat jutaan keluarga tidak mampu membeli makanan pokok, serta memperingatkan bahwa negara-negara yang bergantung pada impor akan terdampak paling parah.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: