Pasbata Datangi Rumah Fendi di Gunungkidul, Bocah Putus Sekolah Demi Rawat Orang Tua

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 20 Maret 2026 | 17:47 WIB
Pasbata Datangi Rumah Fendi di Gunungkidul, Bocah Putus Sekolah Demi Rawat Orang Tua. (Foto/istimewa)
Pasbata Datangi Rumah Fendi di Gunungkidul, Bocah Putus Sekolah Demi Rawat Orang Tua. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo wilayah Gunungkidul mendatangi rumah Ahmad Tri Efendi (10) di Jeruken, Girisekar, Panggang, sebagai bentuk kepedulian terhadap bocah yang terpaksa putus sekolah demi merawat kedua orang tuanya yang sakit.

Dalam kunjungan tersebut, Pasbata menyalurkan bantuan moril dan materiil kepada Efendi, yang akrab disapa Fendi, beserta keluarganya. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, serta berbagai kebutuhan harian lainnya.

Rombongan Pasbata juga bertemu langsung dengan Slamet, ayah Fendi, untuk memberikan dukungan dan semangat agar Fendi tetap bisa melanjutkan pendidikannya di tengah kondisi keluarga yang sulit.

Fendi diketahui harus merawat ibunya yang lumpuh akibat stroke dan gangguan saraf, serta ayahnya yang juga mengalami gangguan saraf. Di usianya yang masih 10 tahun, Fendi menjalani keseharian dengan tanggung jawab besar, mulai dari memberi minum hingga menjaga ibunya sampai larut malam.

Ketua DPC Pasbata Prabowo Gunungkidul, Martin, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut.

“Kami hadir untuk Efendi. Jangan sampai ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena kondisi keluarga. Ini panggilan kemanusiaan,” ujar Martin dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Pasbata Prabowo Gunungkidul juga mendorong agar Fendi dapat kembali bersekolah dan menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait untuk mencarikan jalan keluar.

“Kami siap membantu mencarikan solusi terbaik, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan keluarganya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga telah menyatakan komitmen untuk membantu Fendi kembali bersekolah melalui pendekatan khusus. Selain itu, pemerintah daerah memastikan kedua orang tua Fendi mendapatkan penanganan kesehatan yang layak.

Ketua RT setempat, Wahono, mengatakan Fendi sempat bersekolah. Namun saat naik dari kelas satu ke kelas dua, kondisi ibunya memburuk, dari mengalami kebutaan hingga gangguan saraf yang berujung lumpuh.

“Karena ibunya sakit, Fendi berhenti sekolah. Tidak ada support dari orang tua karena keduanya sakit,” jelas Wahono.

Wahono menjelaskan, ayah Fendi juga mengalami gangguan saraf yang membatasi geraknya. Dalam kondisi tersebut, Fendi menjadi sosok yang paling aktif merawat ibunya setiap hari.

“Fendi itu selalu merawat ibunya, memegangi, memberi minum. Kehadirannya bisa membuat ibunya tersenyum,” tambahnya.

Berbagai upaya disebut telah dilakukan agar Fendi kembali bersekolah, mulai dari keluarga, pihak sekolah, hingga warga sekitar. Bahkan, sempat ada tawaran sekolah gratis di panti asuhan di Bantul. Namun, Fendi menolak karena tidak ingin jauh dari ibunya.

“Kalau di panti pulangnya beberapa bulan sekali. Fendi tidak mau jauh dari ibunya,” kata Wahono.

Aksi Pasbata ini menjadi bentuk kepedulian sosial dan semangat gotong royong untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan akibat keterbatasan ekonomi maupun kondisi keluarga.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: