Libur Lebaran Berujung Banjir, 10 RW di Ciracas Tergenang hingga 1 Meter

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 22 Maret 2026 | 10:43 WIB
Ilustrasi banjir genang Jakarta. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Ilustrasi banjir genang Jakarta. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek membuat 10 RW di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur terendam banjir sejak libur lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026) kemarin.

Camat Ciracas, Panangaran Ritonga menjelaskan luapan air terjadi, akibat kiriman air dari hulu di wilayah Cimanggis, Depok. Sehingga membuat aliran Kali Baru dan Cipinang meluap hingga menggenang ke pemukiman warga.

“Tapi kalau Kali Sunter malah tidak, Kali Sunter. Jadi memang dua kali ini (Kalo Baru dan Cipinang) ya yang arusnya dari hulu itu cukup besar,” kata Panangaran saat dihubungi, Minggu (23/3/2026).

Karena sejak sore sampai malam kemarin hujan deras mengguyur kawasan hulu. Berakibat kiriman air dari Kali Baru dan Kali Cipinang meningkat sekira pukul 19.00 WIB, ketika hujan di Ciracas sudah berhenti.

Imbasnya, air meluap hingga ke pemukiman warga dengan ketinggian mulai 50 sentimeter hingga 1 meter. Padahal aliran kali telah diturap atau dindingnya ditinggikan, namun debit air tetap tidak terbendung.

"Ketinggian itu kalau di warga itu hampir juga dia sekitar 50 sampai 1 meter-lah ya. Jadi limpas dia dari kali itu kan. Sebagian kali itu sudah diturap sebenarnya," ucap dia.

Meski demikian, Panangaran menegaskan penyebab utama banjir kali ini bukan karena tanggul yang jebol. Sebagaimana kabar adanya tanggul turap yang jebol di kawasan Cibubur, sehingga menyebabkan banjir melanda ke pemukiman warga. 

“Bukan karena jebol sehingga air itu lewat situ semua, bukan ya. Ini pemahamannya. Ada memang yang turapnya itu tadi memang, karena sepanjang kali itu rata-rata udah dibuat dindingnya lebih tinggi dari dasar rumah warga. Dia lebih nongol ke atas gitu ya, itu memang ada. Tapi sudah limpas, yang lainnya juga limpas,” terangnya.

“Jadi turap lainnya pun yang jebol tadi itu sudah tenggelam, yang nggak jebol pun sudah tenggelam. Jadi memang banyak yang salah persepsi di sini, seakan-akan gara-gara itu jebol gitu, bukan ya.” tambah dia.

Kendati begitu, Panangaran memastikan pihaknya telah bergerak berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos), kelurahan setempat, sampai unsur Dinas Pemprov Jakarta untuk membantu penanganan banjir.

“Tadi pagi jam 6 tinggal 15 sampai 20 senti, sudah berangsur surut. Yang awalnya jam 1 itu ada yang 1 meter, pagi tadi jam 6 itu ketinggian maksimalnya ada yang 20 senti lagi. Belum kering memang,” imbuhnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: