Rumah Advokat di Ciracas Jaktim Dilempar Molotov, Polisi Buru Pelaku
BeritaNasional.com - Sulardi seorang advokat yang rumahnya di daerah Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim) baru saja mendapat teror dari orang tidak dikenal (OTK) dilempar bom molotov buka suara.
Menurutnya teror molotov percobaan pembakaran dan perusakan pada Rabu (1/7/2026) lalu, erat kaitannya dengan kasus yang ditanganinya soal sengketa lahan.
"Kalau dugaan saya itu ada kaitan sengketa lahan itu di Kebon Jeruk itu. Saya demi membantu ya masyarakat yang punya hak kemudian haknya itu dikuasai orang lain gitu lho. Nah, itu gambarannya seperti itu," ujar Sulardi saat dihubungi, Minggu (5/7/2026).
Sulardi menjelaskan soal sengketa yang dimaksud adalah perkara di PN Jakarta Barat tentang lahan. Di mana, pemilik yang mempunyai hak sertifikat SHGB, namun lokasinya diduga tidak sesuai. Alhasil, Sulardi pun membantu kliennya agar mendapatkan haknya kembali.
Namun saat menangani perkara itu, Sulardi merasa ada banyak tekanan yang datang kepada dirinya. Sampai akhirnya, ia menduga kaitan teror bom molotov ini berkaitan dengan perkara yang ditanganinya sekarang.
“Saya kerja biasa-biasa aja, tapi ya belakangan ini terkait dengan objek itu kok ada pihak sana pihak sini yang kemudian mengkondisikan situasi sehingga ya terjadilah seperti kemarin di rumah saya itu,” tuturnya.
Bahkan malam sebelum kejadian, lanjut Sulardi, terangnya telah merasakan ada beberapa orang yang lalu lalang di depan rumah. Selain itu, orang tidak dikenal (OTK) tersebut juga bertanya seolah-olah mencari informasi.
“Pas kebetulan saya bangun jam 02.15 ya, jam 02.15 itu setelah saya mau persiapan mau mandi tahajud, ternyata ada yang teriak dari luar, manggil, "Pak Haji, Pak Haji, Pak Haji." Nah, kemudian saya keluar. Begitu saya keluar kok ada api menyala. Nah, itu kira-kira begitu,” terangnya.
Beruntung, Sulardi menyebut api tidak menyambar ke sisi lain bangunan hanya menyasar gerbang depan yang berhasil dipadamkan. Dari CCTV, dia mengungkap ada dua pelaku diduga menjadi pelaku pelemparan molotov tersebut.
“itu diperoleh informasi dari data CCTV di masjid. Jadi, CCTV di masjid itu bahwa dilakukan itu ada orang menggunakan sepeda motor kemudian berhenti nggak jauh dari pintu gerbang, kemudian yang bonceng itu turun, setelah menyalakan sumbunya itu dia turun kemudian dilemparkan ke pintu saya, di depan rumah saya,” tuturnya.
“Oh ada, ada saya kumpulkan itu, saya kumpulkan (barang bukti pecahan kaca molotov). Rencananya untuk bukti di Polres Jakarta Timur karena saya sudah membuat laporan tapi belum diminta keterangan. Nanti akan saya bawa,” tambah dia.
Polisi Selidiki
Sebelumnya, Polisi masih memburu pelaku kasus dugaan pelemparan bom molotov ke sebuah rumah milik seorang advokat, Sulardi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi membenarkan adanya kejadian yang diduga merupakan upaya percobaan pembakaran dan perusakan pada Rabu (1/7/2026).lalu.
“TKP kejadian diduga percobaan pembakaran dan pengrusakan,” kata Made saat dihubungi pada Minggu (5/7/2026).
Sementara untuk hasil pengumpulan keterangan, lanjut Made, kejadian terjadi sekira pukul 02.30 WIB. Diduga dilakukan oleh dua orang menggunakan sepeda yang melempar sebuah botol diduga berisi bahan mudah terbakar.
“Percobaan pembakaran dan pengrusakan, yang menurut keterangan para saksi yang berada ditempat kejadian tersebut, bahwa tindakan dilakukan oleh dua orang diduga pelaku menggunakan sepeda motor dengan membawa sebuah botol dengan indikasi bom molotov,” ujar Made.
“Lalu para saksi melihat bahwa diduga pelaku melemparkan botol dengan indikasi ke arah pagar dari rumah korban. Kemudian diduga pelaku pergi meninggalkan tempat kejadian tersebut,” sambung dia.
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







