Polisi Gugur saat Grebek Narkoba, DPR Minta Polri Bersikap Tegas
BeritaNasional.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menanggapi gugurnya Aipda Yudhi Perdana Putra saat operasi penggerebekan terduga bandar narkoba di Kalimantan Tengah. Sahroni menilai, Polri harus mengambil langkah tegas karena jika dibiarkan akan berbahaya.
"Sikapi dengan tegas hal demikian tidak bisa dibiarkan. Kalau dibiarkan lemah penegakan hukum dan berbahaya," tegasnya kepada wartawan, dikutip Sabtu (4/7/2026).
Sahroni meminta polisi jangan lengah saat melakukan penggerebekan kasus narkoba. Polisi harus bisa menyiapkan secara matang dan memahami kondisi lapangan.
"Polisi jangan lengah atas penggerebekan yang biasa dilakukan jaga bener kondisi sesuai lapangan dan persiapkan dengan matang," ujarnya.
"Saya yakin Polri bisa lakukan dengan cara yang lebih bagus tanpa harus berperang berlawanan sama warga," pungkasnya.
Diberitakan, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada Aipda Yudhi Perdana Putra. Anggota Korps Bhayangkara tersebut gugur saat menjalankan tugas dalam operasi penggerebekan terduga bandar narkoba di Kalimantan Tengah.
"Institusi memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum dan memberikan kenaikan pangkat luar biasa," kata Sigit dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat (3/7/2026).
Selain memberikan penghargaan setinggi-tingginya, Jenderal Bintang Empat tersebut juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya Aipda Yudhi.
"Mewakili institusi, saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap anggota yang telah gugur dalam melaksanakan tugasnya, dan juga kepada seluruh keluarga besar almarhum," ucapnya.
Merespons insiden berdarah ini, ia menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian di Indonesia untuk memperketat lini pertahanan dan terus mengobarkan perang terhadap peredaran gelap narkotika.
Ia menegaskan pentingnya meningkatkan pemberantasan narkoba demi melindungi masyarakat dan masa depan generasi muda.
Secara khusus, Sigit meminta anggotanya di lapangan untuk tidak ragu mengambil tindakan tegas dan terukur apabila menghadapi perlawanan dari para bandar, terutama jika situasi tersebut sudah mengancam keselamatan jiwa petugas maupun warga sekitar.
"Karena mereka (bandar narkoba) adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa dalam menghadapi momentum bonus demografi yang harus betul-betul kita jaga bersama," tukasnya. 
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
BUDAYA | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







