Hotman 911 Sebut Oknum Polisi Diduga Aniaya Perempuan Sudah Ditahan di Polda Jateng
BeritaNasional.com - Tim Hukum pengacara kondang Hotman Paris Hutapea atau Hotman 911 menyebut anggota polisi diduga terlibat penganiayaan seorang perempuan berinisial M (30) saat ini ditahan Polda Jawa Tengah (Jateng).
Kabar itu disampaikan Tim Hukum Hotman 911, Raden Reza, setelah melaporkan anggota polisi terduga penganiaya M yang terdaftar dengan nomor LP/B/295/VII/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI.
"Saya juga dapat kabar terduga pelaku juga sudah diamankan di Polda Jateng," kata Raden usai laporan Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Namun, saat ditanya lebih lanjut soal sosok anggota polisi tersebut, Raden belum bisa mengungkap identitasnya. Ia berharap pihak kepolisian bisa menjelaskan lebih dalam terkait kasus yang menimpa kliennya itu.
"Inisialnya nanti saja lah ya. Tapi, segera nanti kita update sih. Masih di Pulau Jawa," ujar Raden.
Sementara itu, kasus dugaan penyiksaan ini dari perkenalan korban dengan terlapor seorang anggota polisi. Dari awalnya baik, korban malah dicekoki narkotika jenis sabu dan kerap dianiaya pelaku.
"Sepanjang itu, korban juga dianiaya, disekap, diancam, dan ada perlakuan seks menyimpang, dan kita tidak perlu sebutkan karena itu asusila, ada banyaklah di situ. Terakhir itu korban dipaksa membuat sabu sendiri dan ada suatu hal, disiram oleh yang diduga air keras," ucap Raden.
Sementara itu, ternyata, korban M dengan terlapor yang merupakan anggota polisi telah menjalin pernikahan. Namun, korban baru mengetahui bahwa oknum ini telah memiliki istri sah setelah menikah.
"Oh, jadi pelaku ini memang menikahi korban setelah dicekoki terus oleh narkoba tersebut gitu kan. Nah, setelah itu, baru si korban ini tahu bahwa terduga pelaku sudah punya istri," paparnya.
Sementara itu, Raden menyerahkan pengungkapan inisial terlapor kepada pihak kepolisian. Namun, ia menjelaskan kasus penganiayaan terhadap kliennya terjadi secara berulang.
"Jadi, memang kejadian itu dimulai dari 2023. Yang terakhir yang paling parah itu di tahun 2025 bulan September. Itu yang paling parah. Korban dibawa ke rumah sakit, tapi memang si terduga pelaku ini memang tidak bertanggung jawab, ditinggal begitu saja di situ," tandasnya.
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 6 jam yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







