Strategi Menhub Dudy Hadapi Arus Balik 2026: Pasang Drone di Bakauheni Hingga Sikat Calo Tiket

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 23 Maret 2026 | 06:00 WIB
Menhub Dudy Purwagandhi saat di DPR. (BeritaNasional/ Elvis)
Menhub Dudy Purwagandhi saat di DPR. (BeritaNasional/ Elvis)

BeritaNasional.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bergerak cepat menyiapkan strategi khusus guna menghadapi arus balik Lebaran 1447 Hijriah, terutama di lintas penyeberangan krusial Sumatera-Jawa. 

Langkah ini diambil untuk menjamin perjalanan masyarakat tetap terkendali, aman, dan lancar setelah melewati puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 lalu.

Dalam rapat evaluasi yang digelar di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Merak, pada Minggu (22/3/2026), Dudy menegaskan fokus pemerintah kini beralih sepenuhnya pada pengelolaan arus balik.

“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini, fokus kita adalah memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat serta strategi yang lebih matang,” ujar Menhub Dudy dalam keterangan resminya pada Minggu (22/3/2026)

Salah satu evaluasi utama dari arus mudik adalah optimalisasi mekanisme Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB). 

Menhub menginstruksikan agar skema ini tidak hanya dilakukan di 3-4 dermaga, melainkan diperluas hingga 5-6 dermaga saat terjadi lonjakan kendaraan.

Selain itu, pemanfaatan teknologi canggih seperti drone akan diperkuat di wilayah Bakauheni untuk memantau pergerakan kendaraan secara real-time. 

Hal ini dilakukan agar petugas dapat mengidentifikasi potensi antrean secara akurat sejak dini.

“Setiap catatan selama arus mudik harus segera kita perbaiki. Jangan menunggu masalah membesar. Kuncinya ada pada kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan di lapangan,” tegas Menhub.

Antisipasi Penumpukan dan Praktik Percaloan

Untuk mencegah kemacetan panjang menuju pelabuhan, Kemenhub bersama Korlantas Polri akan memaksimalkan buffer zone dan rest area melalui sistem penundaan (delaying system). 

Menhub juga menyoroti titik-titik rawan hambatan, seperti area penjualan oleh-oleh di turunan flyover yang sering memicu kepadatan.

Dari sisi layanan tiket, sistem Ferizy akan diperketat dengan prinsip satu NIK untuk satu tiket guna menutup celah bagi para calo.

"Tidak boleh ada ruang untuk praktik percaloan. Sistem harus menjamin keadilan, ketertiban, dan kemudahan bagi masyarakat,” tambahnya.

Meski kelancaran arus lalu lintas menjadi target besar, Dudy mengingatkan seluruh pemangku kepentingan bahwa aspek keselamatan tidak boleh ditawar. 

Evaluasi terhadap dermaga non-TBB serta penyediaan opsi pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan Panjang–Krakatau Bandar Samudra (KBS) tetap disiapkan jika terjadi penumpukan luar biasa.

“Penerapan TBB harus lebih responsif terhadap dinamika di lapangan. Jika terjadi lonjakan, harus bisa segera diberlakukan secara optimal,” kata Menhub Dudy.

Menutup arahannya, ia memastikan bahwa pemerintah akan terus bersiaga dalam beberapa hari ke depan demi kenyamanan pemudik. "Kita pastikan seluruh layanan berjalan selamat, aman, dan tertib sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan nyaman,” tandasnya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: