Ini Kata Pep Guardiola setelah Bawa Manchester City Juara Carabao Cup untuk Kelima Kalinya
BeritaNasional.com - Stadion Wembley kembali menjadi saksi bisu keperkasaan Manchester City di bawah asuhan Pep Guardiola.
Tim berjuluk The Citizens sukses mengangkat trofi pertama mereka musim 2025/2026 setelah membungkam Arsenal dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga final Piala Carabao pada Minggu (23/3/2026) malam.
Kemenangan ini menobatkan Guardiola sebagai manajer dengan koleksi trofi Piala Liga terbanyak sepanjang sejarah.
Dominasi Manchester City di ajang Carabao Cup tak lepas dari tangan dingin Pep Guardiola.
Sang manajer sukses mengoleksi lima trofi Piala Liga (2018 hingga 2021 dan 2026), termasuk mencatatkan rekor impresif empat gelar beruntun.
Pencapaian ini mengukuhkan posisi Pep sebagai salah satu pelatih paling berjaya dalam sejarah turnamen tersebut.
Sejak menukangi City, pelatih asal Spanyol itu kini telah mengoleksi total 19 trofi prestisius di Etihad Stadium.
Bintang muda Nico O'Reilly menjadi pahlawan kemenangan lewat dwigol kilatnya. O'Reilly berhasil memecah kebuntuan dan mencetak dua gol hanya dalam kurun waktu empat menit setelah laga memasuki menit ke-60.
Meskipun sudah berulang kali naik podium juara, Guardiola mengaku gairahnya untuk menang tidak pernah pudar.
“Saya masih menikmatinya. Hari ini benar-benar tantangan dan tidak ada yang memberi kami kemudahan,” ujar Pep usai pertandingan yang dikutip dari laman resmi klub.
Guardiola memberikan kredit khusus kepada anak asuhnya yang mampu tampil dominan di babak kedua melawan Arsenal yang sedang dalam performa terbaiknya.
“Hari ini kita melihat diri kita sendiri dan level kita melawan tim terbaik. Kita adalah diri kita sendiri. Itulah bukti dan tantangannya. Itulah jati diri kita,” tegasnya.
Pep juga menambahkan kekagumannya atas perubahan permainan timnya.
“Di babak kedua, saya tidak percaya kami bisa melakukan itu melawan Arsenal, tetapi kami berhasil,” tambahnya
Menariknya, final kali ini terasa seperti pengulangan sejarah delapan tahun silam saat Pep meraih trofi pertamanya di City melawan lawan yang sama.
Namun, bagi skuad saat ini, kemenangan ini bermakna spesial karena banyaknya wajah baru yang merasakan gelar juara untuk pertama kalinya.
Nama-nama seperti kiper James Trafford, bek Abdukodir Khusanov, Antoine Semenyo, hingga sang pencetak gol Nico O'Reilly menjadi bukti regenerasi sukses City.
“Bagi James [Trafford] ini adalah final pertama yang dia mainkan, [Abdukodir] Khusanov baru setahun di sini, Nico O'Reilly telah membuat saya terkesan di musim penuh pertamanya dan Antoine [Semenyo] memainkan final pertamanya," urai Pep dengan bangga.
Menurutnya, pengalaman memenangkan final pertama sangat krusial untuk membangun mentalitas juara bagi para pemain muda. Meski merayakan kemenangan, Pep mengingatkan bahwa timnya masih dalam proses penyempurnaan.
“Meskipun begitu, kami jauh lebih baik daripada musim lalu, tetapi belum menjadi tim yang seharusnya. Itu membutuhkan waktu. Mudah-mudahan musim depan dan akhir musim ini kami bisa mewujudkannya,” tandasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






