Misi Besar Enzo Maresca di Manchester City: Jaga Warisan Guardiola dan Orbitkan Pemain Muda

Oleh: Tarmizi Hamdi
Rabu, 01 Juli 2026 | 03:30 WIB
Pelatih anyar Manchester City Enzo Maresca. (Foto/doc Man City)
Pelatih anyar Manchester City Enzo Maresca. (Foto/doc Man City)

BeritaNasional.com - Era baru Manchester City di bawah komando Enzo Maresca resmi dimulai. Manajer anyar asal Italia tersebut mengaku beruntung mewarisi skuad The Blues yang memiliki kombinasi sempurna antara talenta muda berbakat dan pemain berpengalaman.

Maresca bukanlah sosok asing di Etihad Stadium. Ia pernah menjabat sebagai kepala pelatih tim EDS (skuad muda City) pada musim 2020/2021 sebelum akhirnya menjadi tangan kanan Pep Guardiola sebagai asisten pelatih pada musim 2022/2023. 

Kini, ia memikul tanggung jawab besar untuk mempertahankan dominasi City setelah musim lalu finis di peringkat kedua Premier League dan mengawinkan gelar ganda piala domestik.

Meskipun mengagumi komposisi skuad yang ada, Maresca mengisyaratkan bahwa The Blues masih akan bergerak di bursa transfer demi menyempurnakan beberapa area permainan.

"Ini adalah skuad muda, tetapi sangat bagus. Saya rasa kami memiliki perpaduan yang tepat antara pemain muda dan berpengalaman, yang sangat membantu para pemain muda untuk berkembang. Skuad kami sudah bagus, tentu saja. Kami perlu melakukan beberapa penyesuaian, dan kami sedang bekerja sama dengan Hugo Viana (Direktur Sepak Bola) untuk melihat apa yang bisa dilakukan," ujar Maresca yang dikutip dari laman resmi klub pada Selasa (30/6/2026).

Salah satu fokus utama Maresca adalah melanjutkan tradisi City dalam melahirkan bintang dari akademi klub, seperti yang saat ini mulai ditunjukkan oleh gelandang muda Nico O'Reilly. 

Berbekal pengalamannya memimpin tim EDS, Maresca berjanji tidak akan ragu memberikan panggung bagi para pemain muda.

"Jika kita melihat beberapa tahun ke belakang, bahkan saat saya masih memegang tim EDS, sebagian besar pemain dari skuad itu kini sudah menjadi pemain Premier League. Metodologi yang diterapkan klub selama ini sangat membantu mereka berkembang dengan cara yang benar. Tentu saja, menghadapi pemain muda membutuhkan sedikit keberanian untuk memberi mereka kesempatan, dan kami akan terus melakukan itu," tegasnya.

Selain fokus pada pengembangan pemain muda, Maresca menegaskan komitmennya untuk mempertahankan filosofi sepak bola menyerang dan dominan yang menjadi ciri khas pendahulunya sekaligus sahabatnya, Pep Guardiola.

Bagi Maresca, pendekatan taktik tersebut bukan sekadar tuntutan klub, melainkan sudah menjadi bagian dari prinsip melatihnya sendiri.

"Ide dari klub adalah melanjutkan gaya sepak bola yang sama seperti yang ditunjukkan City dalam beberapa tahun terakhir, dan kami akan mencoba mewujudkannya. Itu juga cara kerja yang saya sukai. Idenya adalah terus mendominasi pertandingan sebisa mungkin, bermain di area pertahanan lawan, agresif saat kehilangan bola, dan bermain dengan tujuan yang jelas saat menguasai bola," tuturnya.

Karakter kepelatihan Maresca sendiri dibentuk oleh pengalamannya bekerja di bawah asuhan para pelatih legendaris dunia semasa ia masih aktif sebagai pemain. 

Ia mengaku menyerap banyak ilmu berharga dari nama-nama besar seperti Marcelo Lippi hingga Carlo Ancelotti.

"Sepanjang karier sebagai pemain, Anda akan mencoba mengambil hal-hal terbaik dari setiap manajer. Saya merasa sangat beruntung bisa berbagi waktu dengan mereka. Marcelo Lippi memiliki kepemimpinan yang fantastis, sementara Carlo Ancelotti sangat luar biasa dalam menenangkan tim dan dia adalah manajer top. Mereka semua berbeda, dan saya beruntung bisa belajar dari mereka," tambahnya.

Kembali ke Manchester juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pelatih berusia 46 tahun tersebut secara personal. Ia menyebut kota ini sudah seperti rumah kedua bagi keluarganya.

"Saya dan keluarga sangat menyukai Manchester. Kami merasa sangat nyaman selama dua tahun yang kami habiskan di sini bersama anak-anak. Jadi, rencana kami sekarang adalah kembali menikmati kehidupan di kota ini," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: