Pep Guardiola Buka Suara setelah Diisukan Bakal Latih Timnas Italia

Oleh: Tarmizi Hamdi
Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:00 WIB
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (Foto/Uefa.com)
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (Foto/Uefa.com)

BeritaNasional.com - Bantah Rumor Latih Timnas Italia, Pep Guardiola Pilih Pensiun Dini Demi Keluarga

Mantan Pelatih Manchester City Pep Guardiola akhirnya buka suara dan langsung menepis rumor yang mengaitkan dirinya dengan kursi kepelatihan Tim Nasional (Timnas) Italia. 

Juru taktik asal Spanyol tersebut menegaskan dirinya sama sekali tidak berniat kembali ke pinggir lapangan dalam waktu dekat setelah memutuskan menyudahi masa baktinya di Etihad Stadium.

Setelah hampir dua dekade menghabiskan waktu di bawah tekanan tinggi dunia kepelatihan, Guardiola merasa momen ini adalah waktu yang paling tepat untuk menjauh sejenak dari lapangan hijau. 

Pelatih yang sukses mempersembahkan banyak trofi ini mengaku ingin mulai mengeksplorasi kebahagiaan lain di luar dunia sepak bola yang selama ini menyita seluruh sisa hidupnya.

“Saya merasa tidak kekurangan apa pun secara mental. Saya mulai melatih ketika berusia 37 tahun dan segala sesuatu dalam hidup saya terhubung dengan sepak bola. Sekarang saya ingin menemukan kehidupan dan berbahagia melakukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan sepak bola," ujar Guardiola seperti dilansir dari IlNapolista pada Jumat (17/7/2026).

Keputusannya untuk menolak tawaran dari Azzurri, julukan timnas Italia, bukan tanpa alasan. Pria berusia 56 tahun ini blak-blakan mengaku bahwa motivasi utamanya saat ini adalah murni karena kejenuhan dan keinginan kuat untuk berkumpul kembali dengan keluarga tercinta.

“Saya mencintai pekerjaan saya, tetapi ada saatnya Anda merasa perlu istirahat. Mungkin suatu hari nanti saya akan bangun dan berkata, 'Oke, saya ingin melatih lagi.' Saya perlu merasa merindukannya, dan saat ini saya tidak merasakannya,” tutur Guardiola.

Lebih lanjut, Guardiola menjelaskan bahwa fokus utamanya sekarang adalah mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya serta merawat sang ayah yang kini sudah menginjak usia 95 tahun. 

Bagi dia, bertambahnya usia telah mengubah cara pandangnya dalam melihat prioritas hidup, di mana waktu bersama orang-orang tersayang jauh lebih berharga daripada trofi sepak bola mana pun.

“Saya mencoba memahami seperti apa hidup saya nantinya. Saya memutuskan untuk berhenti karena saya ingin lebih menjaga diri sendiri. Saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak saya dan dengan ayah saya, yang berusia 95 tahun dan masih hidup. Saya sekarang berusia 56 tahun, saya tidak muda lagi, jadi perspektif Anda berubah. Saya masih menyesuaikan menuju babak baru ini, tapi semuanya berjalan cukup baik,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: