Prabowo Targetkan 30 Pabrik Bioetanol, Indonesia Siap Menuju E20

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 17 Juli 2026 | 21:43 WIB
Minyak B50. (BeritaNasional/dok ESDM)
Minyak B50. (BeritaNasional/dok ESDM)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia terus menunjukkan kemajuan di berbagai sektor strategis meski di tengah tantangan ekonomi global.

Menurutnya, sejumlah proyek yang sempat terhenti kini kembali berjalan, sementara pengembangan energi dan industri nasional terus dipercepat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Salah satu capaian yang disoroti adalah dimulainya kembali pembangunan blok gas strategis yang sempat mangkrak selama hampir tiga dekade.

Selain itu, Indonesia juga menjadi negara pertama yang memproduksi bahan bakar B50 berbasis minyak sawit.

"Kita kemarin berhasil mulai produksi, mulai pembangunan blok gas salah satu yang terbesar di kawasan kita setelah 28 tahun mangkrak, kita hidupkan. Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit," ucap Presiden.

Prabowo mengatakan produksi B50 telah membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar. Pemerintah pun akan mempercepat pengembangan bioetanol dengan membangun puluhan pabrik baru.

"Tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20, butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan, kita akan bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik. India sudah E20. India sudah E20. Brasil sudah E100. Masa Indonesia tidak bisa, Indonesia bisa kan? Bisa. Bisa," lanjutnya.

Di sektor industri, Prabowo mengungkapkan pemerintah juga tengah menyiapkan peluncuran motor listrik nasional sebagai bagian dari penguatan industri otomotif dalam negeri.

"Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia," kata Presiden.

Presiden juga menyoroti perkembangan industri pertahanan nasional. Menurutnya, produk buatan dalam negeri kini telah digunakan oleh TNI dan Polri, bahkan mampu mengantarkan prajurit Indonesia meraih prestasi di ajang menembak internasional.

"Menang 12 kali berturut-turut dalam pertandingan mereka. Yang bikin peraturan mereka, wasitnya mereka. Karena teknik-tekniknya mereka, tapi kita menang 12 kali. Pakai senjata buatan anak-anak Indonesia, senapan serbu dari kita, pistol dari kita. SO dari kita," jelas Presiden.

Menutup pidatonya, Prabowo mengajak seluruh masyarakat menjaga optimisme dan terus memanfaatkan potensi bangsa untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dan makmur.

"Kita optimis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit Indonesia akan jadi negara makmur. Kita tidak mau bodoh lagi. Kita ramah dibilang lemah. Kita baik dibilang bodoh, ya sudah lah. Kita bersahabat mau datang ke Indonesia, monggo, banyak orang asing seneng. Kita ini bangsa yang ramah, tapi kita sekarang mau jadi bangsa yang bangkit," tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: