Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak di 43 Titik, Tegaskan Ketahanan Pangan Jadi Gerakan Nasional

Oleh: Lydia Fransisca
Jumat, 17 Juli 2026 | 18:52 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (BeritaNasional/Setpres)
Presiden Prabowo Subianto. (BeritaNasional/Setpres)

BeritaNasional.com -  Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak di 43 titik di seluruh Indonesia dari Lanud Abdulrachman Saleh Kabupaten Malang Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). 

Kegiatan itu melibatkan TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, dan TNI Angkatan Laut itu digelar untuk memperkuat program ketahanan pangan nasional melalui panen tebu, padi, dan kedelai.

Setibanya di lokasi, Prabowo meninjau insinerator atau alat pembakar sampah, melihat berbagai hasil hilirisasi pertanian, serta mengunjungi stan yang menampilkan program-program unggulan TNI di bidang ketahanan pangan. 

Prabowo kemudian menyaksikan langsung panen raya tebu yang menjadi bagian dari panen serentak nasional.

Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan panen raya tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pendampingan oleh seluruh matra TNI.

"Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi," katanya.

Agus menjelaskan panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh mencakup lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 72.045 ton. 

Menurutnya, hilirisasi tebu juga menghasilkan berbagai produk turunan seperti molase, bioetanol, pupuk organik, hingga bahan baku industri dan farmasi.

Sementara itu, Prabowo mengapresiasi pelaksanaan Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar serentak di berbagai daerah. 

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

"Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa," ujar Presiden.

Prabowo juga menegaskan keterlibatan TNI dan Polri dalam sektor pangan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. 

Ia menilai kedua institusi harus selalu hadir di tengah rakyat untuk membantu mengatasi berbagai persoalan, termasuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri," tegasnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: