Huawei Dominasi Pasar Smartphone China Q2 2026, Apple Tempel di Posisi Kedua

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 15 Juli 2026 | 23:05 WIB
Ilustrasi Huawei Nova Flip S. (Foto/doc. Huawei)
Ilustrasi Huawei Nova Flip S. (Foto/doc. Huawei)

BeritaNasional.com - Huawei dan Apple menjadi dua merek yang berhasil mencatat pertumbuhan di pasar smartphone China sepanjang kuartal II 2026 (April–Juni), ketika sebagian besar produsen lain justru mengalami penurunan penjualan.

Laporan terbaru firma riset Omdia menunjukkan total pengiriman smartphone di China mencapai 66,1 juta unit pada periode tersebut, turun sekitar 2 persen dibandingkan kuartal II 2025.

Meski pasar melemah, Huawei dan Apple mampu meningkatkan pengiriman sekaligus memperbesar pangsa pasarnya.

Huawei memimpin pasar dengan pengiriman 15,2 juta unit atau menguasai 23 persen pangsa pasar. Angka tersebut naik dari 12,2 juta unit dengan pangsa 18 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, Apple menempati posisi kedua setelah mengirimkan 12,4 juta unit iPhone dan meraih 19 persen pangsa pasar. Setahun sebelumnya, Apple membukukan pengiriman 10,1 juta unit dengan pangsa pasar 15 persen.

Di bawah Huawei dan Apple, Oppo berada di posisi ketiga dengan 10,6 juta unit atau 16 persen pangsa pasar. Disusul vivo yang mencatat 10,5 juta unit dengan pangsa pasar serupa, yakni 16 persen.

Xiaomi melengkapi lima besar dengan pengiriman 8,2 juta unit dan pangsa pasar 12 persen, namun menjadi merek yang mengalami penurunan paling tajam secara tahunan.

Menurut laporan tersebut, penurunan pasar smartphone di China masih lebih baik dibandingkan tren global yang turun sekitar 4 persen pada periode yang sama.

Keberhasilan Huawei didorong oleh strategi harga yang relatif stabil, tingginya permintaan di segmen premium, serta dukungan riset dan pengembangan (R&D) yang kuat. Selain itu, rantai pasok domestik yang solid dinilai membantu Huawei menghadapi kenaikan biaya komponen.

Apple juga mampu mempertahankan pertumbuhan berkat kebijakan harga yang belum mengalami kenaikan di tengah tekanan biaya produksi.

Untuk sepanjang 2026, Omdia memperkirakan pasar smartphone China masih akan menyusut sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Konsumen diperkirakan akan lebih selektif dalam mengganti perangkat, sementara produsen selain Huawei dan Apple terus menyesuaikan strategi produk guna menghadapi perlambatan pasar.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: