Como 1907 Berpeluang Amankan Tiket Liga Champions, tapi Terganjal Masalah Stadion dan FFP

Oleh: Tarmizi Hamdi
Selasa, 24 Maret 2026 | 06:30 WIB
Pelatih Como 1907 Cesc Fabregas memberikan motivasi kepada skuadnya. (Foto/Instagram)
Pelatih Como 1907 Cesc Fabregas memberikan motivasi kepada skuadnya. (Foto/Instagram)

BeritaNasional.com - Klub milik pengusaha Indonesia keluarga Hartono, yakni Como 1907, sedang berada di ambang sejarah besar. Di bawah arahan Pelatih Cesc Fabregas, tim berjuluk I Lariani ini berpeluang besar mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Hanya dalam waktu dua musim setelah promosi dari Serie B, Como kini bertengger kokoh di posisi keempat klasemen Serie A, mengungguli raksasa seperti AS Roma dan Juventus. 

Jika berhasil, ini akan menjadi partisipasi pertama mereka di kompetisi elite Eropa sejak Piala Mitropa musim 1980/2081.

Namun, di balik prestasi gemilang tersebut, manajemen Como kini harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan dua ganjalan besar: standar stadion dan aturan finansial UEFA.

Stadion Sinigaglia Belum Layak Eropa?

Masalah pertama muncul dari markas mereka, Stadion Sinigaglia. Arena bersejarah di pinggir danau tersebut saat ini belum memenuhi standar ketat UEFA untuk menggelar pertandingan Liga Champions.

Proses renovasi besar-besaran harus segera dilakukan. Jika rekonstruksi tidak rampung pada September 2026, Como terpaksa menjadi tim musafir untuk laga kandang mereka. 

Dilansir Football Italia pada Senin (23/3/2026), manajemen Como kabarnya sudah menjajaki kemungkinan meminjam Stadion Mapei milik Sassuolo di Reggio Emilia sebagai cadangan, skenario yang dulu juga pernah dilakukan Atalanta saat pertama kali menembus Eropa.

Ancaman FFP dan Kerugian €105 Juta

Ganjalan kedua datang dari sektor keuangan. Sejak diambil alih oleh keluarga Hartono dari kondisi bangkrut di Serie D, Como memang mendapatkan kucuran investasi yang sangat masif.

Investasi besar-besaran ini berdampak pada laporan keuangan klub yang mencatatkan kerugian sebesar €105 juta (sekitar Rp1,8 triliun) pada periode Juni 2025. Angka ini berpotensi membentur aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA.

UEFA dilaporkan akan memberikan kelonggaran bagi Como untuk musim perdana mereka di kompetisi Eropa. Namun, setelah itu, klub diwajibkan menandatangani Settlement Agreement (Perjanjian Penyelesaian) hingga neraca keuangan mereka kembali seimbang."

Situasi ini disebut-sebut mirip dengan tantangan yang dihadapi Aston Villa saat kembali ke kompetisi Eropa pada 2023 lalu. 

Manajemen Como harus memutar otak agar ambisi besar mereka di lapangan hijau tidak terganjal oleh sanksi administratif di meja hijau.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: