PBB: Ribuan Anak Tewas dan Terluka Sejak Perang Timur Tengah Berlangsung
BeritaNasional.com - Berdasarkan data dari Wakil Direktur Eksekutif Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) Ted Chaiban pada Senin (23/3/2026), lebih dari 2.100 anak tewas atau terluka sejak eskalasi militer di kawasan Timur Tengah yang bermula dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu.
"Dua puluh tiga hari setelah konflik yang semakin memanas di Timur Tengah, anak-anak di seluruh kawasan tersebut menanggung penderitaan yang sangat berat. Konflik yang semakin meluas atau berkepanjangan akan menjadi bencana bagi jutaan orang lainnya," kata Chaiban kepada wartawan di kantor pusat PBB di New York.
Chaiban menjelaskan, jumlah korban tersebut termasuk 206 anak yang tewas di Iran, 118 di Lebanon, empat di Israel, dan satu di Kuwait. Dengan demikian, sekitar 87 anak tewas setiap harinya sejak perang berlangsung.
"Itu berarti rata-rata sekitar 87 anak tewas atau terluka setiap hari sejak awal perang," ujarnya.
Selain korban tewas dan terluka, perang ini juga menyebabkan pengungsian besar-besaran di beberapa negara, yang dipicu oleh pengeboman tanpa henti dan perintah evakuasi yang mengosongkan banyak komunitas.
Di Iran, Badan Pengungsi PBB memperkirakan hingga 3,2 juta orang telah mengungsi, termasuk hingga 864.000 anak, sementara di Lebanon lebih dari 1 juta orang mengungsi, termasuk sekitar 370.000 anak.
Menurut Chaiban, di seluruh kawasan Timur Tengah, sekitar 44,8 juta anak sudah tinggal di lingkungan yang terdampak konflik sebelum eskalasi terjadi.
Dalam kunjungan terbarunya ke Lebanon, Chaiban menyampaikan apa yang dilihatnya di sana dan apa yang tengah berlangsung di seluruh kawasan itu memerlukan perhatian penuh serta respons kolektif yang jelas.
Di Lebanon, lebih dari 350 sekolah negeri dijadikan tempat pengungsian dan mengganggu pendidikan sekitar 100.000 siswa. Layanan publik pun berada di bawah tekanan berat, dengan sistem air rusak dan tenaga kesehatan tewas saat berupaya menyelamatkan penduduk.
Chaiban memperingatkan, meskipun UNICEF telah menjangkau 151.000 pengungsi internal di lebih dari 250 tempat penampungan dan di daerah-daerah terpencil dengan barang-barang nonmakanan yang penting dan memberikan dukungan air dan sanitasi di 188 tempat penampungan, yang melayani sekitar 46.000 orang, skala kebutuhan meningkat lebih cepat daripada sumber daya yang tersedia.
"Kami mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional," pesan Chaiban.
Dia pun mengutip pernyataan sekretaris jenderal PBB bahwa "kita membutuhkan deeskalasi dan jalan politik untuk mengakhiri perang ini".
Sumber: Antara
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 21 jam yang lalu
PERISTIWA | 20 jam yang lalu
OLAHRAGA | 17 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu







