HIPMI Dorong Gerakan Hemat Energi, Jaga Stabilitas Ekonomi

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:00 WIB
Warga diminta hemat energi (Foto/Freepik)
Warga diminta hemat energi (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendorong gerakan nasional hemat energi. Ini dilakukan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan krisis energi global yang kian meningkat.

Sekretaris Jenderal BPP HIPMI Anggawira mengatakan, gerakan tersebut sebagai langkah strategis untuk meredam dampak lonjakan harga energi dunia terhadap perekonomian domestik, termasuk potensi peningkatan subsidi energi, tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta risiko kenaikan inflasi.

Menurutnya, kondisi global saat ini menuntut langkah cepat tidak hanya dari sisi pasokan, tetapi juga dari pengelolaan konsumsi energi nasional.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan sisi suplai. Dalam situasi krisis seperti ini, pengelolaan konsumsi energi menjadi kunci. HIPMI mendorong agar gerakan nasional hemat energi segera dijalankan secara terstruktur, masif, dan terukur,” ujar Anggawira.

HIPMI menilai, dengan harga minyak dunia yang berpotensi melampaui asumsi APBN serta tekanan nilai tukar yang berada di kisaran Rp17.000 per dolar AS, pengendalian konsumsi energi menjadi langkah mendesak guna menjaga keseimbangan fiskal dan daya beli masyarakat.

Menurut dia, selama ini kampanye hemat energi dinilai masih bersifat sporadis dan belum terintegrasi secara nasional. Oleh karena itu, HIPMI mendorong transformasi dari sekadar imbauan menjadi gerakan lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas.

Gerakan hemat energi diharapkan mencakup kampanye publik secara masif untuk mendorong perubahan perilaku konsumsi energi, pengaturan penggunaan energi di sektor industri, gedung perkantoran, transportasi, serta penerapan standar efisiensi energi secara bertahap.

Selain itu, pihaknya juga memandang pemanfaatan teknologi digital untuk memantau konsumsi energi secara real-time dan integrasi kebijakan energi dengan sektor industri, serta transportasi juga dinilai penting untuk memastikan efektivitas program.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: