Houthi Bisa Jadi Kartu Rahasia Iran di Perang Melawan AS dan Israel

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:06 WIB
Kelompok Houthi Yaman (Foto/RS)
Kelompok Houthi Yaman (Foto/RS)

BeritaNasional.com - Iran saat ini menghadapi tekanan penuh dari Amerika Serikat dan Israel, dan membalas menggunakan semua alat yang dimilikinya. Jalur pelayaran di Selat Hormuz terganggu akibat ancaman Iran, memicu gejolak energi global, sementara sekutunya di kawasan, termasuk Hezbollah di Lebanon, aktif mendukung Teheran.

Namun, satu kekuatan yang belum muncul adalah Houthi di Yaman. Meski kelompok ini telah menyerang jalur pelayaran di Laut Merah selama dua tahun terakhir, mereka sejauh ini belum terlibat dalam konflik terbaru.

Pemimpin Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, sebelumnya mengatakan kelompoknya “tangan di pemicu” dan siap bertindak pada waktu yang tepat. Seorang pejabat militer Iran mengatakan kepada Tasnim News pada 21 Maret bahwa setiap agresi AS terhadap fasilitas minyak Iran bisa membuka jalan bagi Teheran untuk mendestabilisasi Selat Bab al-Mandeb, jalur strategis di barat Yaman yang menghubungkan Laut Merah ke perdagangan global.

Menurut Abdulsalam Mohammed, kepala Abaad Studies and Research Center di Yaman, jika Houthis terlibat, fokus mereka kemungkinan pada serangan terhadap fasilitas energi dan pelabuhan di negara Teluk, serta memblokir pelayaran melalui Bab al-Mandeb. Dampaknya bisa memicu konflik internal Yaman kembali, meski berpotensi menimbulkan konsekuensi ekonomi dan kemanusiaan besar.

Konflik di Yaman sebelumnya berhenti sementara pada April 2022 setelah gencatan senjata PBB, tapi Houthis dan pasukan pro-pemerintah bisa kembali berperang jika Houthis terdorong oleh serangan asing atau konflik meningkat.

Mohammed menambahkan, kemampuan militer pasukan pemerintah Yaman saat ini lebih baik, apalagi setelah mereka mengonsolidasikan kendali di Yaman Selatan dengan dukungan asing, termasuk AS dan Arab Saudi. Hal ini memberi pemerintah keyakinan untuk menantang Houthis jika situasi memanas.

Jika Houthis memutus gencatan senjata dan terjun ke konflik mendukung Iran, dunia bisa menyaksikan eskalasi besar di Yaman dan jalur perdagangan energi internasional.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: