SBY Kenang Juwono Sudarsono sebagai Sosok Pemikir Brilian
BeritaNasional.com - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenang Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2004-2009, Juwono Sudarsono sebagai seorang pemikir yang pakar pada bidang pertahanan sampai Hubungan Internasional.
Kenangan itu disampaikan SBY setelah melangsungkan persemayaman jenazah Juwono Sudarsono di Kementerian Pertahanan, Jakarta yang nantinya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Minggu (29/3/2026) siang ini.
“Saya mulai berkomunikasi dengan beliau. Beliau salah satu pemikir, dosen, bahkan Dekan FISIP UI waktu itu, tapi ideas-nya, pemikirannya cemerlang untuk Indonesia, untuk dunia, hubungan internasional dan pertahanan,” kata SBY kepada wartawan.
Menurutnya dari percakapan yang kala itu menjabat sebagai sesama praktisi akademisi. Puncaknya, kedekatan semakin terjalin saat SBY memiliki tugas melakukan transisi militer-sipil saat Reformasi tahun 1998.
“Agar TNI kembali ke jati dirinya, tidak berpolitik praktis, tapi sebagai kekuatan pertahanan yang diandalkan, Mas Juwono memiliki pandangan yang sama,” tuturnya.
Alhasil setelah SBY terpilih sebagai Presiden 2004 silam, sosok Juwono langsung ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan (Menhan). Selain memperkuat alutsista, saat itu juga menjadi tonggak hadirnya Universitas Pertahanan (Unhan).
“Bagaimana Indonesia memiliki Universitas Pertahanan. Jangan sampai kita belajarnya malah ke negara lain padahal kita kaya dengan pengalaman perang, perang konvensional, perang gerilya, perang lawan gerilya,” ujarnya.
Selain soal pertahanan, SBY juga mengingat kemampuan hubungan internasional atau diplomasi dari Juwono juga sangat membantu seluruh rencana pertahanan yang dimiliki pemerintah İndonesia.
Maka dari itu, SBY mengingatkan kepada para pengampu bidang pertahanan khususnya para perwira TNI agar meningkatkan kualitas sisi diplomasi hubungan internasional. Karena tekanan global saat ini, perkembangan dunia haruslah disikapi dengan baik.
“Indonesia tidak ikut-ikutan tapi dampaknya kita rasakan sekarang ini. So, my view is that sambil mengenang Mas Juwono Sudarsono, mari terus kita tingkatkan pemikiran juga kekuatan pertahanan kita tapi juga kekuatan diplomasi kita,” ucapnya.
“Dan Mas Juwono memiliki dua karakter, punya dua kemampuan di bidang pertahanan maupun hubungan internasional. Itulah yang ingin saya sampaikan,” tambah dia.
Perlu diketahui, Juwono Sudarsono yang juga dikenal sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia meninggal dunia sekira pukul 13.45 WIB, di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Selain menjabat sebagai Menhan maupun Mendikbud, Juwono juga diketahui sempat menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup pada masa Presiden Ke-2 RI Soeharto.
Adapun proses pemakaman nantinya dipimpin Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Minggu (29/3/2026) hari ini.
HUKUM | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 20 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 21 jam yang lalu







