Satelit Starlink Milik SpaceX Alami Anomali di Orbit, Jadi Puing Antariksa
BeritaNasional.com - Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, mengonfirmasi salah satu satelit internet Starlink miliknya mengalami gangguan serius atau anomali saat berada di orbit pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat.
Insiden ini mengakibatkan putusnya komunikasi dan terciptanya serpihan puing di luar angkasa.
Satelit dengan kode Starlink 34343 tersebut dilaporkan kehilangan kontak saat beroperasi di ketinggian sekitar 560 kilometer di atas permukaan Bumi.
Kabar ini disampaikan langsung oleh pihak SpaceX melalui rilis resmi di akun X Starlink pada Senin (30/3/2026) waktu setempat.
Meskipun terjadi kerusakan yang menghasilkan puing-puing baru, SpaceX memastikan bahwa situasi ini masih terkendali. Berdasarkan analisis terbaru, anomali tersebut tidak memberikan ancaman bagi keselamatan awak di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Selain itu, SpaceX juga menegaskan bahwa misi bulan berawak NASA yang sangat dinantikan, Artemis II, serta misi berbagi muatan Transporter-16 yang baru saja meluncur, berada dalam kondisi aman.
Jalur distribusi muatan misi-misi tersebut telah diatur sedemikian rupa agar berada jauh di atas atau di bawah konstelasi Starlink guna menghindari potensi tabrakan.
Guna meminimalkan risiko, SpaceX terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan puing-puing yang terlacak.
Langkah ini dilakukan dengan koordinasi erat bersama NASA dan Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (US Space Force).
Di sisi lain, perusahaan pelacak satelit LeoLabs turut memberikan sorotan. Mereka mendeteksi adanya pembentukan fragmen atau serpihan dari satelit Starlink 34343 pada Minggu lalu.
Menariknya, LeoLabs mencatat adanya pola serupa dengan insiden yang menimpa satelit Starlink 35956 pada 17 Desember 2025 silam.
Pihak LeoLabs menekankan rentetan kejadian ini menjadi pengingat penting bagi industri antariksa.
Menurut mereka, identifikasi dan karakterisasi cepat terhadap setiap anomali di orbit rendah Bumi sangat krusial.
Hal ini diperlukan demi menjaga kejelasan dan keamanan lingkungan operasional bagi misi luar angkasa lainnya di masa depan.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






