Satelit N5 Lolos Uji Laik Operasi, Internet 160 Gbps Segera Hadir

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:42 WIB
Satelit Nusantara Lima. (Foto/doc. PSN)
Satelit Nusantara Lima. (Foto/doc. PSN)

BeritaNasional.com - Satelit Nusantara Lima (Satelit N5) resmi mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (JARTUPSAT) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kepastian ini diperoleh setelah Satelit N5 dinyatakan lulus Uji Laik Operasi (ULO) yang digelar di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23–24 April 2026.

Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit N5 diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur kunci dalam memperkuat layanan internet satelit nasional.

Proses ULO dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan seluruh infrastruktur memenuhi standar keamanan dan fungsi sesuai Peraturan Menteri Kominfo No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Pengujian mencakup sistem Jaringan Tetap Tertutup (Jartup) berbasis satelit serta layanan VSAT guna memastikan keandalan jaringan dan kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi.

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso, menyebut kelulusan ini sebagai tahapan penting sebelum Satelit N5 resmi beroperasi secara komersial, terutama untuk menjangkau wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

“Kami bersyukur Satelit Nusantara Lima telah berhasil melewati tahapan Uji Laik Operasi oleh tim evaluator dan kini telah mendapatkan izin JARTUPSAT serta VSAT dari Komdigi. Ini adalah bukti komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur satelit yang tidak hanya tercanggih secara teknologi, tetapi juga sepenuhnya patuh pada standar regulasi nasional. Kami siap menjalankan misi besar selanjutnya sekaligus mendukung terwujudnya program Asta Cita untuk mengakselerasi pemerataan konektivitas dan mengeliminasi kesenjangan akses internet di pelosok Nusantara,” kata Adi, dikutip dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

Pelaksanaan ULO di Banjarbaru turut dihadiri jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital, termasuk Dirjen Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah, JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Ir. Geryantika Kurnia, serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan.

Lokasi Gateway Banjarbaru dipilih karena perannya sebagai titik strategis distribusi bandwidth ke wilayah Indonesia tengah dan timur.

Dirjen Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengapresiasi capaian ini sebagai langkah penting dalam mempercepat pemerataan akses internet nasional.

“Pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Kelulusan ULO Satelit N5 ini membuktikan infrastruktur ini telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar transformasi digital nasional. Kami berharap kehadiran kapasitas sebesar 160 Gbps ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses digital,” ujar Edwin.

Lalui Pengujian Ketat

Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi, Falatehan, menjelaskan bahwa seluruh pengujian dilakukan secara menyeluruh dan ketat sesuai regulasi.

“Proses pemeriksaan yang kami lakukan di Gateway Banjarbaru ini mencakup berbagai parameter kritikal, mulai dari keandalan transmisi hingga keamanan jaringan VSAT sesuai dengan standar dan ketentuan. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem Satelit N5 memiliki performa yang laik untuk dioperasikan secara komersial. Kepastian kelayakan ini sangat penting demi melindungi hak-hak pengguna jasa telekomunikasi di masa depan agar mendapatkan layanan yang berkualitas dan andal,” jelasnya.

Satelit N5 dikembangkan sebagai Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas 160 Gbps menggunakan platform Boeing 702MP dan 101 spot beam Ka-band. Cakupan orbitnya menjangkau seluruh Indonesia hingga sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia dan Filipina.

Satelit ini diluncurkan dari Florida pada September 2025, dilanjutkan dengan fase Electric Orbit Raising (EOR), sebelum akhirnya menempati slot orbit 113° Bujur Timur pada Januari 2026.

Dengan masa operasi lebih dari 15 tahun, Satelit N5 kini siap mendukung konektivitas internet berkecepatan tinggi, memperkuat layanan publik, sektor bisnis, hingga keamanan nasional di seluruh Indonesia.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: