Siapa Eyal Zamir? Jenderal Militer Israel yang Warning Keruntuhan IDF
BeritaNasional.com - Letnan Jenderal Eyal Zamir, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menjadi sorotan publik usai pernyataannya yang memberikan warning atau peringatan kepada parlemen Israel tentang keruntuhan IDF dari dalam akibat kurangnya personel. Siapakah Eyal Zamir? Simak, informasi Eyal Zamir yang dirangkum BeritaNasional dari berbagai sumber, Jumat (3/4/2026).
Pada akhir Maret 2026, Zamir memberikan peringatan keras kepada kabinet keamanan bahwa militer Israel berisiko "runtuh dari dalam" karena kekurangan personel yang parah akibat konflik berkepanjangan.
Zamir mengangkat sepuluh poin kritis yang disebut bendera merah, yang menunjukkan beban operasional yang tidak berkelanjutan di berbagai front, termasuk Lebanon dan Iran. Oleh karena itu, Zamir mendesak reformasi segera pada sistem wajib militer, termasuk perekrutan kelompok ultra-ortodoks (Haredi) untuk menutupi kekurangan tenaga kerja.
Profil Eyal Zamir
Eyal Zamir menjabat sebagai Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Ia resmi dilantik pada 5 Maret 2025, menggantikan Letnan Jenderal Herzi Halevi yang mengundurkan diri.
Selain pernyataannya soal tahun 2026 yang akan menjadi tahun dengan intensitas tempur yang sangat tinggi bagi IDF. Ia pun menyetujui rencana dua fase untuk pendudukan Kota Gaza yang melibatkan zona kemanusiaan di selatan dan masuknya militer secara bertahap.
Meskipun dikenal dekat dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Zamir dilaporkan sempat berselisih paham mengenai risiko operasi militer penuh di Gaza yang dapat membahayakan nyawa sandera.
Sebelum menjadi panglima, ia menjabat beberapa jabatan strategis antara lain, Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel, yang diembannya sejak 2023 dan Wakil Kepala Staf IDF (2018–2021).
Eyal Zamir Berasal dari Korps Lapis Baja dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Perdana Menteri (2012–2015) serta Kepala Komando Selatan.
Eyal Zamir mendapat gelar sarjana Ilmu Politik dari Universitas Tel Aviv, gelar master dari Universitas Haifa, dan lulusan program manajemen di Wharton School.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







