Iran Sebut 30 Universitas Jadi Sasaran Serangan AS-Israel, Puluhan Akademisi Gugur
BeritaNasional.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah kian menyasar sektor pendidikan. Menteri Sains, Riset, dan Teknologi Iran Hossein Simaei-Sarraf mengungkapkan lebih dari 30 universitas di negaranya telah menjadi target serangan langsung oleh militer Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak pecahnya perang pada akhir Februari 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Simaei-Sarraf saat meninjau kondisi Universitas Shahid Beheshti di Teheran, Sabtu (4/4/2026).
Kampus ternama tersebut dilaporkan baru saja dihantam serangan udara gabungan AS-Israel pada Jumat kemarin.
Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim, Simaei-Sarraf memaparkan dampak fatal dari serangan yang menyasar institusi pendidikan tersebut. Ia mengonfirmasi adanya puluhan korban jiwa dari kalangan akademisi.
"Lima profesor universitas dan lebih dari 60 mahasiswa tewas dalam serangan itu," ujar Simaei-Sarraf yang dikutip dari Xinhua News pada Sabtu (4/4/2026).
Ia mengutuk keras penghancuran infrastruktur pendidikan di Iran dan melabeli tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat internasional. Simaei-Sarraf secara tegas mendeskripsikan serangan terhadap fasilitas sipil ini sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan’.
Situasi di kawasan tersebut terus memanas pasca serangan perdana gabungan AS-Israel ke wilayah Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Sebagai bentuk balasan, Iran telah meluncurkan serangkaian serangan rudal dan pesawat tak berawak (drone) yang menargetkan wilayah Israel serta titik-titik kepentingan Amerika Serikat di negara-negara tetangga.
Sumber: Xinhua News
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







