Lebih Modern, Revitalisasi Pasar Muara Karang Capai 35 Persen

Oleh: Lydia Fransisca
Minggu, 05 April 2026 | 18:12 WIB
Ilustrasi  Pasar Muara Karang. (Foto/ist)
Ilustrasi Pasar Muara Karang. (Foto/ist)

BeritaNasional.com - Proses revitalisasi Pasar Muara Karang (PMK) di kawasan Pluit, Jakarta Utara, telah mencapai 35 persen per akhir Maret 2026.

Pembangunan pasar ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal IV 2026 mendatang.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola mengatakan pembangunan telah melewati fase krusial.

Pasalnya, seluruh pekerjaan fondasi dan struktur bawah telah rampung 100 persen, dan saat ini pengerjaan difokuskan pada struktur atas.

Progres struktur atas telah mencapai lantai enam untuk sekitar 50 persen area bangunan.

Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, optimistis target operasional di akhir tahun dapat tercapai sesuai jadwal.

“Transformasi ini merupakan komitmen kami untuk menghadirkan sarana perdagangan yang lebih representatif, bersih, dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di Jakarta Utara,” kata Iwan, Minggu (5/4/2026).

Iwan menjelaskan bahwa kehadiran Pasar Muara Karang merupakan upaya mendukung agenda Pemprov DKI dalam memperkuat daya saing menuju Jakarta sebagai kota global yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.

“Revitalisasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih tertata, produktif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat urban, sekaligus memperkuat peran pasar sebagai ruang interaksi sosial dan budaya,” jelasnya.

Iwan menyampaikan bahwa PMK akan bertransformasi menjadi pasar modern terpadu dengan fasilitas yang lebih lengkap ke depan, mulai dari sistem sirkulasi udara yang optimal, area parkir yang memadai, hingga penataan zonasi pedagang yang lebih rapi dan terintegrasi, serta memiliki fasilitas penunjang seperti sport center di lantai enam.

“Kehadiran wajah baru Pasar Muara Karang diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi utama di Jakarta Utara,” ucap Iwan.

Meski proses pembangunan masih berjalan, tingkat keterisian atau occupancy rate lapak dan kios telah mencapai hampir 70 persen, menjadi sinyal positif atas prospek dan daya tarik pasar ini ke depan.

“Bagi pelaku usaha yang tertarik menjadi bagian dari ekosistem ekonomi baru ini, Pasar Muara Karang membuka peluang kemitraan dalam lingkungan usaha yang lebih modern, tertata, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang,” tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: