Prabowo Sebut Sekarang Bisa Merusak Negara dengan Medsos dan Hoaks

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 08 April 2026 | 15:52 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kerja dengan pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4/2026). (Foto/tangkapan layar)
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kerja dengan pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4/2026). (Foto/tangkapan layar)

BeritaNasional.com -  Presiden Prabowo Subianto menyoroti soal perkembangan teknologi yang pesat, khususnya kecerdasan buatan/AI dan informatika digital.

Prabowo mengatakan, dengan teknologi yang berkembang itu satu orang bisa membuat seribu akun di dunia maya.

"Bahwa dengan sekarang teknologi ya, dengan teknologi AI, kecerdasan buatan, dengan teknologi informatika digital, satu orang dia bisa punya seribu account," kata Prabowo.

Tak hanya seribu, jumlah akun tersebut bisa terus bertambah dengan mudah dan murah dan membuat situasi gaduh.

"Dia bisa beli alat-alat tidak terlalu mahal yang dari seribu ini bisa diperbanyak lagi. Jadi saudara-saudara yang akan repot mungkin seratus orang, dua ratus orang, oke seribu orang, mungkin lima ribu orang bisa bikin heboh," cetusnya.

Maka dari itu, kepala negara menilai bahwa hal ini dapat merusak negara seperti mendapatkan bom atau dikirim pasukan dari negara lain.

"Nah ini namanya the echo chamber. Ada dalam pelajaran-pelajaran intelijen itu ada ya kan, bagaimana mau merusak sebuah negara lain," ucap Prabowo.

"Dulu kirim pasukan, kirim bom, sekarang tidak perlu. Mungkin dengan permainan sosmed, dengan fitnah, hoax, ya kan," tambahnya menandasi.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: