Prabowo Sebut 3 Ancaman Dunia: Krisis Pangan, Energi, dan Air

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 08 April 2026 | 15:55 WIB
Prabowo dalam rapat kerja kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)
Prabowo dalam rapat kerja kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan ada tiga ancaman besar yang diperkirakan akan dihadapi dunia, yakni krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. Menurut Prabowo, ketiga isu tersebut selama ini telah menjadi perhatian utamanya dan diyakini sebagai fondasi keselamatan sebuah bangsa.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat kerja kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (8/4/2026).

"Dalam sekian tahun, saya telah meyakini dan saya telah menyebarluaskan hal-hal pokok yang saya yakini adalah dasar keselamatan bangsa. Saudara-saudara sekalian, dan ini dibenarkan oleh PBB, oleh PBB United Nations membenarkan ini dalam SDG yang mereka umumkan, Sustainable Development Goal, di mana berapa tahun yang lalu PBB sudah meramalkan bahwa krisis dunia, krisis yang akan melandai seluruh dunia adalah tiga hal. Yaitu krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. Food, energy, and water, ini sudah dicanangkan oleh PBB dan ini sudah saya perjuangkan di mana-mana, bertahun-tahun, belasan tahun," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, pandangan mengenai pentingnya ketahanan pangan, energi, dan air bukanlah hal baru baginya. Ia mengklaim gagasan tersebut sudah lama dituangkan dalam berbagai pemikirannya, termasuk dalam buku-buku yang pernah ditulisnya selama puluhan tahun terakhir.

"Dan saya buktikan bahwa saya kalau tidak salah, apa sudah dibagikan atau belum oleh semua pejabat yang hadir di sini, buku-buku saya selama berapa dasawarsa ini. Ini sebagai bukti bahwa sekian puluh tahun pun saya sudah cantumkan hitam di atas ya putih dan hitam di atas putih, bahwa masalah dasar bagi negara adalah tiga hal itu: pangan, energi, air," ujarnya.

Prabowo juga menyinggung soal kondisi sumber daya air di Indonesia. Ia menilai, secara umum Indonesia tidak menghadapi persoalan mendasar terkait ketersediaan air, bahkan di sejumlah wilayah justru memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Meski demikian, ia mengingatkan masih ada daerah tertentu, terutama di Indonesia Timur dan pulau-pulau tertentu, yang tetap menghadapi tantangan akses air.

"Alhamdulillah, negara kita masalah air tidak sebenarnya menjadi masalah. Masalahnya kadang-kadang kita kelebihan air. Kita ketawa kelebihan air, ini karunia. Satu hari air turun di Bogor, satu hari air turun di Bogor sama dengan satu tahun air turun di Australia Barat. Satu hari air turun di Bogor sama dengan satu tahun air turun di Australia Barat. Demikian berkahnya kita terima dari Yang Mahakuasa. Ya, di bagian-bagian tertentu negara kita, Indonesia Timur, pulau-pulau tertentu masih ada kesulitan air," jelas Prabowo.

"Tapi kita dapat mengatasi karena airnya ada, tinggal mampu atau tidak kita mendapatkannya dan menjaganya. Karena kadang-kadang kita sendiri yang tidak dapat menjaga alam kita. Hutan kita babat, hutan pohon-pohon di gunung kita babat, akhirnya air tidak dapat ditahan terjadi kekeringan. Tapi hal-hal ini dapat kita atasi. Ada negara-negara yang kaya dengan minyak dan gas tidak punya air," tutur Prabowo.

Prabowo menegaskan, isu pangan, energi, dan air merupakan persoalan yang sangat mendasar bagi keberlangsungan sebuah negara. Ia menyebut hal tersebut sejalan dengan amanat para pendiri bangsa yang telah menempatkan penguasaan sumber daya alam sebagai bagian penting dalam kehidupan bernegara.

"Apa yang saya ingin sampaikan saudara-saudara? Hal-hal ini begitu penting, hal-hal ini begitu mendasar, dan hal-hal ini telah digarisbawahi oleh pendiri bangsa kita ya. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 jelas-jelas disampaikan ya bahwa bumi dan air dan semua kekayaan yang terkandung itu harus dikuasai negara karena begitu, begitu menentukan kehidupan bangsa," tandasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: