Cerita Prabowo Pernah Dimanipulasi Deepfake, Kaget Suaranya Bisa Merdu

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 08 April 2026 | 17:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kerja dengan pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4/2026). (Foto/tangkapan layar)
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kerja dengan pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4/2026). (Foto/tangkapan layar)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pernah menjadi korban penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI, melalui deepfake.

Meski demikian, ia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, "Saya ini suara saya jelek, saya enggak bisa nyanyi. Ada di YouTube, Prabowo nyanyi, suaranya bagus banget. Saya aja kaget, boleh juga nih, kalau menguntungkan boleh, kalau enggak menguntungkan bagaimana," kata Prabowo dalam taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah yang digelar Rabu (8/4/2026).

Fenomena yang dialami Prabowo berkaitan dengan teknologi deepfake, yaitu teknik berbasis kecerdasan buatan yang mampu memanipulasi video, audio, maupun gambar agar terlihat sangat nyata.

Dalam dunia Artificial Intelligence, deepfake menggunakan metode deep learning, yakni sistem pembelajaran mesin yang dilatih dengan data dalam jumlah besar.

Teknologi ini memungkinkan seseorang “ditampilkan” seolah-olah melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

Awalnya, teknologi ini berkembang di forum internet sekitar 2017. Namun kini, penggunaannya semakin meluas mulai dari hiburan hingga potensi kejahatan digital.

Tidak hanya soal suara yang dimanipulasi menjadi lebih merdu, Prabowo juga mengaku pernah muncul dalam video deepfake yang menampilkan dirinya seolah-olah berpidato dalam berbagai bahasa asing.

"Ada lagi saya pidato bahasa Mandarin, ada lagi saya pidato dalam bahasa Arab. Luar biasa. Karena waktu itu kampanye, saya kira kalau di daerah-daerah tapal kuda, ini mungkin menguntungkan, jadi saya diam juga, kalau menguntungkan kita diam," kata Prabowo.

Meski tampak menghibur, fenomena deepfake menyimpan potensi bahaya serius. Teknologi ini bisa digunakan untuk menyebarkan informasi palsu, manipulasi opini publik, hingga penipuan digital.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: