Ducati Melempem di Awal Musim, Jorge Martin Prediksi Bangkit di MotoGP Spanyol

Oleh: Harits Tryan
Kamis, 09 April 2026 | 04:30 WIB
Marc Marquez sukses merebut kemenangan pada Sprint MotoGP Brasil 2026. (Foto/MotoGP)
Marc Marquez sukses merebut kemenangan pada Sprint MotoGP Brasil 2026. (Foto/MotoGP)

BeritaNasional.com - Performa Ducati pada awal musim MotoGP 2026 mendapat sorotan setelah dinilai belum tampil maksimal dalam tiga seri pembuka. Meski sempat meraih kemenangan sprint di Brasil, pabrikan asal Italia itu baru mengoleksi satu podium grand prix sejauh ini.

Hasil tersebut diraih oleh pembalap VR46, Fabio Di Giannantonio, di Brasil. Sementara itu, juara dunia bertahan Marc Marquez belum mampu menembus posisi tiga besar pada balapan utama hari Minggu.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan musim lalu, ketika Ducati tampil dominan dengan menyapu bersih kemenangan di tiga sprint dan grand prix awal musim.

Di sisi lain, Aprilia justru menunjukkan konsistensi impresif, terutama pada balapan utama. Pembalapnya, Marco Bezzecchi, sukses mencatat hat-trick kemenangan di Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat.

Meski begitu, performa Aprilia di sprint race masih belum stabil, kecuali kemenangan yang diraih Jorge Martin di COTA. Martin optimistis peta persaingan akan berubah saat MotoGP memasuki seri Eropa, dimulai dari Grand Prix Spanyol di Jerez.

“Di Jerez, semuanya akan kembali normal. Ducati akan kembali ke performa terbaiknya,” ujar Martin dikutip dari Crash, Kamis (9/4/2026).

Pernyataan tersebut sejalan dengan evaluasi manajemen Ducati. General Manager Ducati, Gigi Dall’Igna, bahkan menyebut hasil di Grand Prix Amerika Serikat sebagai “peringatan keras” bagi timnya.

Kebangkitan Martin sendiri menjadi salah satu cerita menarik di awal musim ini. Setelah menjalani musim 2025 yang terganggu cedera dan melewatkan tes pramusim, ia mampu tampil kompetitif sejak awal.

Pembalap asal Spanyol itu finis keempat di Thailand, naik podium di Brasil, dan meraih kemenangan sprint di COTA sebelum mengamankan posisi kedua pada balapan utama. Kini, Martin hanya terpaut empat poin dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang memimpin klasemen sementara.

Meski tampil menjanjikan, Martin mengaku tidak ingin terburu-buru dalam memburu gelar.

“Saya mencoba menurunkan ekspektasi. Targetnya hanya mengumpulkan poin di awal musim, tanpa harus tampil mencolok,” ujarnya.

Di luar lintasan, Martin juga dikabarkan akan meninggalkan Aprilia pada akhir musim ini setelah mencapai kesepakatan dengan Yamaha. Posisi yang ditinggalkannya disebut akan diisi oleh Francesco Bagnaia.

Sumber: Crashsinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: