Perluas Jangkauan 5G ke Pelosok, Kemkomdigi Resmi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 10 April 2026 | 04:00 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid. (BeritaNasional/Elvis)
Menkomdigi Meutya Hafid. (BeritaNasional/Elvis)

BeritaNasional.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memulai proses lelang seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz pada 2026. Langkah ini diambil pemerintah guna mempercepat pemerataan akses internet broadband, khususnya teknologi 4G dan 5G, hingga ke wilayah pelosok Indonesia.

Kepastian ini tertuang dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 175 Tahun 2026. Dengan aturan tersebut, pemerintah menargetkan desa atau kelurahan yang selama ini memiliki keterbatasan sinyal dapat segera menikmati layanan telekomunikasi yang mumpuni.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan pembentukan tim seleksi menjadi tanda dimulainya persaingan sehat antar-operator seluler untuk mengelola frekuensi tersebut.

"Dengan dibentuknya tim seleksi melalui Kepmen kemarin maka proses ini (lelang frekuensi) sudah resmi dimulai. Dengan harapan tentunya adalah bagaimana perluasan dari layanan 4G dan 5G bisa lebih banyak lagi dirasakan hingga ke pelosok," kata Meutya Hafid di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Guna menjaga transparansi dan profesionalisme, Kemkomdigi menunjuk Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital, Denny Setiawan, sebagai ketua tim panitia seleksi. 

Tim ini akan bertanggung jawab penuh atas seluruh tahapan teknis, mulai dari prosedur hingga penentuan jadwal lelang.

"Start lelang nanti secara teknis tanggal dan tata laksananya akan diumumkan oleh ketua tim pelaksana yaitu Bapak Denny selaku ketua tim pelaksana lelang," tambah Meutya.

Keunggulan Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Lelang kali ini menjadi sangat krusial bagi industri telekomunikasi karena melibatkan dua pita frekuensi dengan karakteristik yang saling melengkapi.

Pita 700 MHz (Low-band) dikenal sebagai digital dividend hasil dari migrasi TV analog ke digital (ASO). Frekuensi ini memiliki keunggulan pada cakupan sinyal yang sangat luas dan daya tembus yang kuat terhadap hambatan fisik seperti bangunan, sehingga sangat ideal untuk area pedesaan.

Lalu, pita 2,6 GHz (Mid-band) merupakan tulang punggung bagi kapasitas data skala besar. Sangat ideal untuk menopang kecepatan transmisi teknologi 5G yang membutuhkan pita lebar dan latensi rendah.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: