Perbarindo DKI Perkuat Peran BPR di Tengah Tantangan Ekonomi
BeritaNasional.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) menghadiri kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan DPD Perbarindo DKI Jakarta.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan diskusi terkait penerapan governance, risk, dan compliance (GRC) di industri BPR-BPRS. Ketua Umum Perbarindo, Tedy Alamsyah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki dua agenda utama, yakni silaturahmi sekaligus penguatan implementasi GRC di industri.
“Pada kegiatan hari ini, kami DPP diundang oleh DPD Perbarindo DKI untuk mengikuti dua agenda acara. Yang pertama halal-bihalal dengan tema silaturahmi sebagai kolaborasi dalam penerapan governance, risk, dan compliance. Dan agenda kedua adalah diskusi bagaimana penerapan governance, risk, dan compliance bisa diimplementasikan terus menerus di industri BPR-BPRS,” ujar Tedy dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Ia menekankan bahwa kehadiran BPR memiliki peran penting dalam mendukung sektor ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama segmen ultramikro yang belum sepenuhnya terlayani oleh perbankan umum.
“Yang pertama dan utama tentunya bahwa kehadiran industri ini hitungannya jelas, membiayai dan membantu sektor ekonomi UMKM, khususnya ultramikro yang memang saat itu belum bisa sepenuhnya dilayani oleh perbankan dan lembaga lainnya,” jelasnya.
Menurut Tedy, kontribusi UMKM sangat besar terhadap perekonomian nasional, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, BPR diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan guna mendorong kesejahteraan masyarakat.
“BPR hadir adalah bagaimana bisa meningkatkan pelayanannya, yang tujuannya adalah bagaimana bisa mensejahterakan nasabah, khususnya masyarakat ultramikro dan kecil di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya,” tambahnya.
Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Tedy menyebut industri BPR telah memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai tantangan sejak tahun 1988. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, terutama dengan adanya transformasi digital.
“Industri akan dihadapkan pada tantangan di era digitalisasi. Terjadi shifting dari kegiatan bisnis yang sebelumnya konvensional ke arah digital, termasuk perubahan perilaku masyarakat,” ungkapnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PERBARINDO mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk penyedia teknologi, agar industri BPR-BPRS mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Harapannya industri, khususnya BPR-BPRS, bisa merespon tantangan eksternal, yaitu terjadinya shifting dari konvensional ke digital, baik model bisnis ataupun behavior masyarakat ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD PERBARINDO DKI Jakarta dan sekitarnya, Henry Palthy Tambunan, menegaskan pentingnya sinergi antara DPD, DPP, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat citra industri BPR.
“Pada intinya kita dari DPD DKI Jakarta bersama dengan DPP dan OJK bersinergi agar branding BPR menjadi semakin lebih baik lagi ke depannya,” kata Henry.
Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan platform digital berupa website yang akan memuat informasi seluruh anggota BPR di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, guna memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan.
“Nantinya akan ada satu website dari DPD DKI Jakarta yang menginformasikan semua anggotanya di wilayah komisariatnya masing-masing, sehingga masyarakat mengetahui mengenai BPR di wilayah dekat tempat tinggalnya. Dia langsung mengklik dan mendapatkan informasi sesuai BPR yang ada dekat rumahnya. Sesimpel itu saja,” jelasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






