Terbantu Sekolah Rakyat, Raisa Kembali Sekolah dan Kejar Cita-cita Jadi Polwan

Oleh: Lydia Fransisca
Senin, 13 April 2026 | 09:35 WIB
Raisa Alena Wijayanto, siswa kelas 5 Sekolah Rakyat Dasar 2 Surakarta. (Foto/Ist)
Raisa Alena Wijayanto, siswa kelas 5 Sekolah Rakyat Dasar 2 Surakarta. (Foto/Ist)

BeritaNasional.com -  Perceraian orang tua membuat Raisa Alena Wijayanto, siswa kelas 5 Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta, Jawa Tengah, sempat terancam putus sekolah.

Namun, setelah diterima di Sekolah Rakyat, Raisa kini kembali belajar dan tinggal di asrama dengan fasilitas yang disediakan pemerintah.

Raisa mengatakan, sejak kedua orang tuanya berpisah, ia dan saudara kembarnya tinggal bersama bibi di Karanganyar.

Kondisi ekonomi keluarga membuat orang tuanya tidak lagi mampu membiayai pendidikan keduanya.

“Orang tua saya sudah cerai. Sudah tidak bisa membiayai saya,” kata Raisa, dikutip Senin (13/4/2026).

Karena tak ingin membebani keluarga, Raisa dan saudara kembarnya kemudian diajukan untuk mengikuti program Sekolah Rakyat. Keduanya diterima sebagai siswa kelas 5 di SRD 2 Surakarta.

Menurut Raisa, berbagai kebutuhan sekolah telah dipenuhi, mulai dari seragam, tas, sepatu, hingga fasilitas tempat tinggal di asrama.

Ia juga mengaku mendapatkan kebutuhan makan yang cukup selama mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.

“Sehari makan tiga kali, snack dua kali. Enak (makanannya). Semoga aku bisa meraih cita-citaku: Polwan,” ujar Raisa.

Raisa bercita-cita menjadi Polisi Wanita (Polwan). Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program Sekolah Rakyat yang dinilainya membuka kesempatan untuk kembali bersekolah.

“Terima kasih Pak Prabowo telah membuat Sekolah Rakyat ini. Dan saya insya Allah bisa meraih cita-cita saya,” kata dia.

Raisa juga menuangkan rasa terima kasihnya dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Prabowo, dengan harapan surat tersebut dapat dibaca langsung oleh Presiden.

Berikut isi surat Raisa:

Terima kasih Pak Prabowo telah membuat kami tumbuh setara. Berdiri lebih tegap dan melangkah lebih kuat.

Sekolah Rakyat bukan sekadar gedung tempat belajar, melainkan sebuah gerbang menuju cahaya. Kami tidak hanya belajar berhitung, menulis, tapi kami sedang merajut kembali harapan-harapan yang sempat terkoyak oleh kemiskinan.

Kami percaya bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah nasib. Kami tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi generasi mandiri yang mampu membawa perubahan nyata dan mengangkat derajat kehidupan kami dari lembah kekurangan.

Doa kami sederhana, semoga langkah Bapak dikuatkan. Karena dengan Sekolah Rakyat ini, ada banyak mimpi kecil yang mulai tumbuh pelan-pelan, termasuk mimpi kami.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: