Gunung Semeru Erupsi, Luncuran Awan Panas Sejauh 3 Km

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Selasa, 14 April 2026 | 10:15 WIB
Gunung Semeru  erupsi lagi (Foto/Pixabay)
Gunung Semeru erupsi lagi (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi disertai awan panas guguran sejauh tiga kilometer pada Selasa pagi.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.22 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian.

Ia mengatakan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi sekitar tiga menit 23 detik.

"Letusan erupsi disertai awan panas guguran dengan jarak luncur tiga kilometer ke arah tenggara atau Besuk Kobokan," tuturnya.

Jarak luncur awan panas guguran tersebut masih jauh dari permukiman penduduk karena merupakan zona merah karena jarak aman sesuai dengan rekomendasi petugas sejauh 13 kilometer dari puncak.

Gunung Semeru yang tertinggi di Jawa kembali erupsi pukul 06.03 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 135 detik.

Sigit mengatakan, Gunung Semeru untuk aktivitas vulkaniknya pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Dia juga mengimbau warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: