Pencarian Korban Erupsi Dukono Berlanjut, BNPB Tekankan Kepatuhan Pendaki Demi Keselamatan

Oleh: Panji Septo R
Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:17 WIB
Tim mencari pendaki di gunung api Dukono Maluku Utara. (BeritaNasional/BNPB)
Tim mencari pendaki di gunung api Dukono Maluku Utara. (BeritaNasional/BNPB)

BeritaNasional.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan pentingnya kepatuhan pendaki terhadap seluruh ketentuan keamanan di kawasan Gunung Api Dukono. 

Operasi Search and Rescue (SAR) gabungan kembali bergerak pada Sabtu (9/5) dalam pencarian tiga pendaki yang masih hilang pascaerupsi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, operasi hari kedua difokuskan pada area yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan para pendaki berdasarkan penyisiran hari pertama. 

“Tim melanjutkan pencarian dengan sangat hati-hati mengingat aktivitas vulkanik masih tinggi. Keselamatan personel selalu menjadi prioritas,” ujar Muhari dalam keterangan tertulis.

Medan ekstrem serta peningkatan aktivitas vulkanik menunda upaya evakuasi dua warga negara asing yang posisinya sempat terdeteksi pada Jumat (8/5). 

Mereka diperkirakan berada 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama. Satu pendaki warga negara Indonesia masih belum terdeteksi. Abdul Muhari menyebut upaya pencarian terus dioptimalkan. 

“Personel, peralatan, dan logistik sudah disiapkan. Tim terus bekerja dengan pendekatan yang paling aman,” katanya.

Pos Pengamatan Gunung Api Dukono yang berada dalam jaringan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Dukono berada pada Level II (Waspada) sejak 2008. 

"Radius bahaya empat kilometer dari kawah aktif telah diberlakukan sejak 2024. Sejumlah erupsi kembali tercatat pada Sabtu dari dini hari hingga menjelang siang," tuturnya.

Erupsi pertama terjadi pukul 01.57 WIT, menampilkan lontaran lava pijar yang terpantau dari Pos PGA di Desa Mamuya. 

Erupsi susulan terjadi pukul 06.10 WIT dengan kolom abu mencapai 3.000 meter, bergerak ke utara. Erupsi berikutnya muncul pukul 07.31 WIT serta 09.12 WIT dengan ketinggian kolom abu sekitar 2.000 meter. 

"Pada pukul 11.07 WIT, kolom abu setinggi 900 meter kembali terpantau mengarah ke timur laut, timur, serta tenggara," lanjutnya.

PVMBG mencatat dominasi gempa letusan dengan amplitudo besar, indikator erupsi yang masih berlangsung intensif.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sebelumnya menutup seluruh jalur pendakian sejak April 2026 melalui surat resmi dari Dinas Pariwisata setempat setelah musibah menimpa tiga pendaki asing pada 27 April 2026.

BNPB kembali mengingatkan seluruh pendaki agar mematuhi larangan tersebut demi keamanan.

“Keselamatan nyawa tidak bisa dinegosiasikan. Setiap pendaki wajib menaati penutupan jalur serta rekomendasi resmi PVMBG,” ucap Abdul Muhari.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: