Proyek Giant Sea Wall Dikebut, Prabowo Libatkan Kampus dan Pakar

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 20 April 2026 | 20:16 WIB
Suasana rapat terbatas giant sea wall. (Foto/Sekretariat Presiden)
Suasana rapat terbatas giant sea wall. (Foto/Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas percepatan pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall. Proyek strategis nasional ini ditujukan untuk melindungi pesisir utara Jawa dari ancaman banjir rob dan penurunan tanah.

Rapat digelar di Istana Merdeka pada 20 April 2026, dengan melibatkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut proyek ini krusial karena menyangkut kawasan padat aktivitas ekonomi.

Menurutnya, sekitar 60 persen kawasan industri dan lebih dari 30 juta penduduk berada di wilayah yang terdampak langsung.

“Banyak hasil-hasil penelitian di kampus ya yang juga sudah diuji coba. Salah satunya yang berhasil di Demak, Semarang ya. Itu juga nanti kita diminta berpartisipasi aktif. Jadi dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan giant sea wall itu diminta untuk terlibat,” ujar Brian, dikutip dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Kampus Dilibatkan, Riset Jadi Kunci

Pemerintah mendorong keterlibatan aktif perguruan tinggi melalui riset dan inovasi. Dalam waktu dekat, Kementerian Dikti Saintek akan mengumpulkan guru besar dan pakar di bidang terkait, termasuk pengembangan daratan dan reklamasi.

Para akademisi tidak hanya diminta memberi kajian, tetapi juga terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek.

“Bahkan lebih dari itu langsung dilibatkan nantinya masuk ke dalam timnya yang dipimpin oleh Bapak Kepala Otorita,” imbuh Brian.

Di sisi lain, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menegaskan proyek giant sea wall masih dalam tahap perencanaan.

Pemerintah saat ini mendalami berbagai aspek, terutama terkait konstruksi dan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

“Rencana dari hasil hitungan masih dihitung waktunya karena kan berkaitan sama resources yang ada di Indonesia. Kita manfaatkan semua. Jadi salah satu yang utama adalah kita bisa memanfaatkan soal lingkungan. Jadi kita absorb hal-hal yang ada kaitannya dengan waste,” ujar Didit.

Pemerintah menekankan pembangunan tanggul laut raksasa ini tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga kualitas perencanaan.

Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dinilai menjadi kunci agar proyek berjalan tepat secara teknis, efisien secara ekonomi, serta tetap ramah lingkungan dalam jangka panjang.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: