Prabowo Subianto Prihatin Banyak Pejabat Korupsi: Saya Geleng-Geleng Kepala

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026). (Foto/doc. Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026). (Foto/doc. Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin karena masih banyak pejabat yang melakukan penyelewengan dan korupsi. Padahal, ia telah memberikan kepercayaan kepada mereka untuk menduduki jabatan penting.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Prabowo mengatakan dirinya hampir setiap hari menerima laporan terkait pejabat yang menyalahgunakan jabatan.

“Saya geleng-geleng kepala. Sedih saya bahwa tiap hari saya dapat laporan pejabat-pejabat yang nyeleweng,” kata Prabowo.

Prabowo berujar, ia kecewa karena sejumlah pejabat yang diberi amanah justru melakukan korupsi.

“Saya sedih. Orang yang saya angkat, orang yang saya bina, orang yang saya kasih kehormatan dan diberi jabatan penting, begitu dia menjabat malah nyeleweng, nyuri uang rakyat,” ujar Prabowo.

Tak hanya itu, Prabowo juga menceritakan pengalamannya menerima laporan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan terkait dugaan penyimpangan yang melibatkan orang dekatnya.

“Kepala BPKP, ya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, datang ke saya agak gemetar,” ucap Prabowo.

Menurut dia, pejabat BPKP sempat meminta arahan apakah pemeriksaan tetap dilanjutkan karena pihak yang diperiksa disebut dekat dengan presiden.

“Teruskan pemeriksaan! Tidak ada, nggak ada mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya nggak ada urusan. Kalau ada indikasi, terus periksa!” tegasnya.

Prabowo pun menekankan bahwa pejabat yang mendapat kepercayaan justru harus lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas.

“Bukan diberi wewenang dan kepercayaan malah merasa adigang, adigung, adiguna, merasa di atas, dan merasa negara ini bodoh,” tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: