Iran Ancam Balik Blokade Selat Bab el-Mandeb jika AS Terus Blokade Lautnya

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 24 April 2026 | 13:50 WIB
Selat Bab el-Mandeb / Bab el-Mandab yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. (BeritaNasional/Global Security)
Selat Bab el-Mandeb / Bab el-Mandab yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. (BeritaNasional/Global Security)

BeritaNasional.com - Di tengah upaya Amerika Serikat (AS) yang terus memblokade laut Iran, Teheran mengancam akan menutup Selat Bab al-Mandeb, jalur perdagangan penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Melansir laporan kantor berita Fars pada Kamis (23/4/2026), Teheran telah mempersiapkan daftar target apabila AS dan Israel kembali menyerang Iran. Iran juga akan bertindak sesuai dengan langkah musuh, baik dengan melakukan serangan balik maupun melancarkan serangan pencegahan.

Fars juga melaporkan bahwa Iran akan menyerang pembangkit listrik serta fasilitas migas di Israel dan sekutu AS di Timur Tengah jika fasilitas serupa di Iran diserang.

Tak hanya itu, apabila serangan dari luar mengakibatkan korban di kalangan masyarakat sipil dan militer, Teheran juga berencana menghancurkan pusat-pusat TI (teknologi informasi) di Timur Tengah.

Dalam skenario serangan darat AS ke Iran, Teheran merencanakan serangan balasan dalam bentuk operasi militer bersama sekutu-sekutunya di kawasan, kemudian masyarakat di negara-negara yang memiliki pangkalan militer AS, dan menangkap personel militer AS.

Sebagai informasi, konflik ini berawal sejak 28 Februari 2026 lalu, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah titik di Iran sehingga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Pada 7 April, Washington DC dan Teheran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.

Iran dan AS kemudian melakukan negosiasi di Islamabad, tetapi belum membuahkan hasil. Meski kedua pihak tidak menyatakan dimulainya kembali permusuhan, AS mulai melakukan blokade terhadap pelabuhan di Iran.

Pada Selasa (21/4/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran meski tetap akan melakukan blokade. Keesokan harinya, Trump mengatakan ada kemungkinan perdamaian dapat tercapai dengan Iran dalam waktu 36 hingga 72 jam mendatang.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: