Rano Karno Dukung Penambahan 5.000 Personel Satpol PP, Dilakukan Bertahap

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 25 April 2026 | 17:00 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (Beritanasional/Lydia)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (Beritanasional/Lydia)

BeritaNasional.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mendukung rencana penambahan 5.000 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Namun, ia menegaskan bahwa penambahan tersebut harus dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan personel.

"Maaf, saya tidak bilang kerjanya berlebihan, tapi memang agak ekstra. Tentu kesehatan menjadi prioritas ," katanya dikutip, Sabtu (25/4/2026).

Rano menilai, usulan penambahan personel tersebut merupakan hal yang wajar. Ia membandingkan dengan kebutuhan di Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) yang bahkan membutuhkan tambahan hingga 11 ribu personel, seiring luas wilayah dan jumlah penduduk yang harus dilayani.

Selain faktor rasio wilayah dan populasi, Rano menyebut penambahan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menjadi pertimbangan. Salah satunya adalah perluasan layanan transportasi publik Transjakarta hingga wilayah Jabodetabek.

Menurutnya, perluasan rute tersebut membutuhkan tambahan personel Satpol PP untuk menjaga keamanan aset dan ketertiban di jalur layanan. Selain itu, Pemprov DKI juga berencana membentuk unit Satpol PP Pariwisata.

Unit ini nantinya akan bertugas menjaga ketertiban umum di kawasan wisata seperti Kota Tua Jakarta yang akan direvitalisasi dalam waktu dekat. Meski memiliki fungsi serupa dengan Satpol PP pada umumnya, unit pariwisata tersebut akan menggunakan seragam berbeda dan mengedepankan pendekatan yang lebih humanis.

Rano juga menyoroti tingginya beban kerja personel, yang berdampak pada kondisi kesehatan. Ia mengungkapkan terdapat 35 personel Satpol PP yang meninggal dunia dalam kurun waktu satu tahun akibat akumulasi masalah kesehatan.

Sebagai solusi, Rano mendorong pembangunan Markas Komando (Mako) Satpol PP yang lebih memadai. Ia menilai fasilitas yang ada saat ini di Jalan Kebon Sirih sudah tidak mencukupi kebutuhan operasional.

"Sebetulnya sudah didesain dan dianggarkan, cuma terkena efisiensi. Makanya kemarin saya sempat bicara dengan Pak Gubernur, sepertinya kita harus evaluasi lagi masalah ini, apalagi Jakarta mau jadi Kota Global," tandasnya.

Menurut Rano, pembangunan Mako baru tidak hanya akan berfungsi sebagai pusat komando pengawasan digital dan penempatan armada, tetapi juga sebagai pusat aktivitas serta tempat istirahat bagi personel setelah bertugas.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: