Jangan Lakukan Kebiasaan Ini Jika tak Ingin Bibir Terluka

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Selasa, 28 April 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi bibir pingir luka (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi bibir pingir luka (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Pernah melihat atau mengalami luka di sudut atau pinggir bibir? Seringnya penyakit ini dialami anak-anak, namun bukan berarti orang dewasa tidak bisa terkena sakit yang satu ini. Penyakit yang secara medis dikenal sebagai Angular Cheilitis merupalkan kondisi umum yang menyebabkan peradangan, kemerahan, dan pecah-pecah pada sudut mulut.

Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman, bahkan bisa menyebabkan kesulitan saat makan atau berbicara. Meskipun terlihat sepele, luka di sudut bibir ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan memerlukan penanganan yang tepat.

Mengutip laman Halodoc, angular cheilitis dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kelembapan berlebih akibat air liur hingga infeksi jamur atau bakteri. Kekurangan nutrisi penting, cuaca kering, atau kebiasaan menjilat bibir juga turut berperan. Memahami penyebab dan gejala kondisi ini merupakan langkah awal untuk mendapatkan pengobatan yang efektif.

Apa Itu Angular Cheilitis?

Bibir pinggir luka, atau Angular Cheilitis, adalah peradangan yang terjadi pada satu atau kedua sudut bibir. Kondisi ini ditandai dengan kulit yang menjadi merah, pecah-pecah, bengkak, dan terkadang berdarah. Rasa gatal atau terbakar juga bisa menyertai gejala tersebut. Jika tidak ditangani, luka bisa semakin parah dan membentuk koreng.

Gejala Bibir Pinggir Luka

Kemerahan dan peradangan pada sudut mulut.
Kulit pecah-pecah, bersisik, atau mengelupas.
Rasa nyeri, gatal, atau sensasi terbakar.
Munculnya luka terbuka atau koreng.
Kesulitan membuka mulut lebar-lebar.
Dapat disertai rasa tidak nyaman saat makan atau berbicara.


Penyebab Umum Bibir Pinggir Luka

Kelembapan Berlebih

Air liur yang menumpuk di sudut bibir menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi pertumbuhan jamur, terutama jamur Candida albicans, atau bakteri. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang menggunakan gigi palsu, memiliki bibir atas dan bawah yang bertemu di sudut mulut, atau sering meneteskan air liur saat tidur.


Kekurangan Nutrisi

Defisiensi vitamin dan mineral tertentu dapat melemahkan daya tahan tubuh dan kemampuan kulit untuk beregenerasi. Kekurangan vitamin B (terutama riboflavin B2), zat besi, dan zinc adalah penyebab umum Angular Cheilitis.


Kebiasaan Menjilat Bibir

Meskipun tampak seperti upaya untuk melembapkan, menjilat bibir justru dapat memperburuk kondisi. Saat air liur menguap, ia meninggalkan bibir lebih kering dan rentan pecah-pecah, yang kemudian bisa memicu peradangan.


Cuaca Kering dan Iritasi

Cuaca yang sangat dingin atau kering dapat membuat kulit bibir menjadi kering dan mudah pecah-pecah. Selain itu, iritasi dari produk bibir tertentu atau pasta gigi juga bisa menjadi pemicu.


Kondisi Medis Lain

Beberapa kondisi medis, seperti penyakit autoimun, diabetes, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya Angular Cheilitis. Infeksi virus herpes simplex juga bisa menunjukkan gejala serupa di area bibir.

Pengobatan Bibir Pinggir Luka

  1. Menjaga Kebersihan
  2. Pastikan area sudut bibir tetap bersih dan kering. Hindari memegang atau menggaruk luka.
  3. Menggunakan Pelembap Bibir
  4. Gunakan pelembap bibir (lip balm) yang mengandung emolien untuk menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari kekeringan. Pilihlah produk tanpa pewangi atau bahan iritan.
  5. Obat Anti-jamur atau Antibiotik
  6. Jika disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri, dokter dapat meresepkan krim anti-jamur topikal atau salep antibiotik. Obat ini harus digunakan sesuai anjuran medis.
  7. Suplemen Nutrisi
  8. Apabila kekurangan vitamin atau mineral menjadi penyebab, dokter mungkin merekomendasikan suplemen vitamin B, zat besi, atau zinc.

Penanganan Kondisi Mendesak

Jika luka tidak sembuh dalam 1-2 minggu atau disertai gejala lain seperti lenting kecil berkelompok yang menandakan herpes, segera periksakan diri ke dokter untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: