Raja Charles III Berkunjung ke AS, Bahas Diplomasi hingga Teknologi AI
BeritaNasional.com - Hubungan khusus antara Amerika Serikat (AS) dan Inggris Raya memasuki babak baru yang bersejarah. Raja Charles III dan Ratu Camilla telah resmi tiba di Washington DC pada Selasa (28/4/2026) WIB untuk memulai kunjungan kenegaraan selama empat hari di AS.
Kunjungan ini terasa sangat spesial karena bertepatan dengan peringatan 250 tahun penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat sekaligus menjadi Kunjungan Kenegaraan resmi pertama pada masa jabatan kedua pemerintahan Presiden Donald J. Trump.
Melalui akun Instagram resminya, pihak Kerajaan Inggris mengonfirmasi kunjungan ini merupakan pemenuhan undangan resmi dari orang nomor satu di Amerika Serikat.
"Raja dan Ratu telah tiba di Washington DC untuk memulai Kunjungan Kenegaraan selama empat hari ke Amerika Serikat, atas saran Pemerintah Yang Mulia, dan atas undangan Presiden Amerika Serikat (AS)," tulis akun @theroyalfamily yang dikutip pada Selasa (28/4/2026).
Agenda Raja Charles di AS akan sangat padat, mencakup beberapa wilayah penting.
"Yang Mulia akan melakukan berbagai kegiatan di Washington DC, New York, dan Virginia, di mana mereka akan bergabung dalam perayaan peringatan 250 tahun penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan," tambah keterangan resmi tersebut.
Laman resmi Gedung Putih melaporkan Presiden Donald J. Trump dan Ibu Negara Melania Trump menyambut langsung pasangan kerajaan tersebut dengan upacara militer tradisional yang sangat megah di Halaman Selatan (South Lawn).
Penyambutan ini melibatkan penghormatan meriam 21 tembakan oleh Baterai Penghormatan Kepresidenan dan parade yang melibatkan hampir 500 anggota Angkatan Bersenjata dari enam cabang militer AS.
"Ibu Negara Melania Trump memimpin persiapan Kunjungan Kenegaraan tersebut, yang akan menghormati hubungan yang telah lama terjalin dan istimewa antara Amerika Serikat dan Inggris Raya bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan rakyat Amerika," tulis pernyataan resmi The White House.
Agenda Diplomasi dan Teknologi AI
Selain pertemuan bilateral antara Presiden Trump dan Raja Charles III di Ruang Oval, kegiatan menarik juga dilakukan oleh Ibu Negara dan Ratu Camilla. Keduanya fokus pada isu pendidikan dan teknologi masa depan melalui inisiatif "Membina Masa Depan Bersama".
"Ibu Negara Melania Trump dan Ratu Camilla akan bergabung dengan para siswa Amerika untuk acara pendidikan lintas budaya di Paviliun Tenis Gedung Putih. Dalam semangat inisiatif Ibu Trump, 'Membina Masa Depan Bersama', kelompok kecil ini, termasuk beberapa juara negara bagian dari Tantangan AI Kepresidenan, akan menggunakan headset realitas virtual untuk mempelajari tentang Inggris Raya," jelas pihak Gedung Putih.
Para siswa tersebut juga menggunakan kacamata berkemampuan AI untuk mengevaluasi artefak sejarah guna memahami lebih dalam mengenai "Hubungan Khusus" (Special Relationship) kedua negara.
Sebagai puncak rangkaian acara pada Selasa malam, Presiden dan Ibu Negara akan menyelenggarakan Jamuan Makan Malam Kenegaraan (State Dinner) di Ruang Timur Gedung Putih. Acara ini dihadiri oleh jajaran kabinet, anggota Kongres, serta delegasi resmi dari kedua negara.
Rangkaian kunjungan kenegaraan ini dijadwalkan akan berakhir pada Kamis pagi, 30 April 2026, ditandai dengan upacara perpisahan resmi di Ruang Resepsi Diplomatik sebelum Raja dan Ratu melanjutkan agenda mereka ke New York dan Virginia.
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu






