Eipstein Files Dirilis, Starmer Minta Pangeran Andrew Bersaksi di Hadapan Kongres AS

Oleh: Kiswondari
Senin, 02 Februari 2026 | 06:58 WIB
Prince Andrew dalam Epstein files. (BeritaNasional/X Mark William Thomas)
Prince Andrew dalam Epstein files. (BeritaNasional/X Mark William Thomas)

BeritaNasional.com - Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menyampaikan bahwa adik Raja Charles, Andrew Mountbatten-Windsor atau mantan Pangeran Andrew harus bersaksi di hadapan Kongres AS tentang hubungannya dengan mendiang pelaku predator seksual anak, Jeffrey Epstein. Hal ini disampaikannya kepada wartawan saat bertemu dengan PM Jepang Sanae Takaichi pada Sabtu (31/1/2026). 

Melansir The Guardian, Pangeran Andrew yang dicabut gelarnya tahun lalu itu banyak muncul dalam kumpulan berkas Epstein terbaru, yang dirilis departemen kehakiman AS pada Jumat (30/1/2026) lalu. Dalam foto itu, Andrew terlihat sedang berjongkok di atas seorang wanita bertubuh kecil yang terbaring di lantai. 

Kumpulan dokumen tersebut juga mencakup email yang menunjukkan Mountbatten-Windsor mengundang Epstein ke Istana Buckingham pada September 2010, dua tahun setelah Epstein dihukum karena meminta gadis-gadis semuda 14 tahun untuk berhubungan seks.

Pada 2025 lalu, anggota Partai Demokrat dari komite pengawasan di Dewan Perwakilan Rakyat, Suhas Subramanyam, meminta Mountbatten-Windsor untuk memberikan kesaksian sebagai bagian dari penyelidikan tentang bagaimana pemerintah AS menangani kasus terhadap Epstein. Ia pun mengatakan bahwa mantan pangeran itu telah bersembunyi.

“Mountbatten-Windsor telah bersembunyi dari kami, dan saya pikir dia akan terus mencoba bersembunyi dari orang-orang yang melakukan penyelidikan yang berarti tentang masalah ini,” ujarnya dilansir dari The Guardian.

Usai dokumen Epstein terbaru dirilis, Starmer menyampaikan bahwa korban Epstein adalah prioritas utama, dan apakah Andrew harus menyampaikan maaf itu menjadi urusan pribadinya. Namun, siapapun yang memiliki informasi harus bisa memberikan kesaksian demi kebaikan para korban Epstein.

“Pertama, saya selalu mendekati pertanyaan ini dengan mempertimbangkan para korban Epstein. Para korban Epstein harus menjadi prioritas utama. Mengenai apakah harus ada permintaan maaf, itu adalah urusan Andrew,” kata Starmer.

“Tetapi ya, dalam hal memberikan kesaksian, saya selalu mengatakan siapa pun yang memiliki informasi harus siap untuk membagikan informasi tersebut dalam bentuk apa pun yang diminta untuk mereka lakukan. Anda tidak bisa bersikap berpusat pada korban jika Anda tidak siap untuk melakukan itu,” imbuhnya. 

Masih melansir The Guardian, dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa sebulan sebelum undangan ke Istana Buckingham, Epstein telah menyarankan agar ia dapat mengatur agar Andrew makan malam dengan seorang wanita Rusia yang "cerdas, cantik, dan dapat dipercaya," yang berusia 26 tahun. Andrew pun mengaku akan "senang" bertemu dengan wanita tersebut. Ia juga bertanya kepada Epstein apakah "senang rasanya bebas" dari tahanan rumah.

Andrew dan Epstein juga difoto sedang berjalan bersama di Central Park New York pada akhir tahun itu. Dalam wawancara Newsnight yang penuh malapetaka, yang disiarkan pada tahun 2019, Andrew mengklaim bahwa ia telah melakukan perjalanan ke AS untuk mengakhiri persahabatannya dengan Epstein secara langsung mengingat hukuman yang diterimanya.

Namun, email yang baru dirilis menunjukkan bahwa humas Hollywood Peggy Siegal mengatur makan malam bertabur bintang untuk menghormati Mountbatten-Windsor di rumah Epstein di New York selama perjalanan tersebut. Siegal mengundang sutradara film Woody Allen dan George Stephanopoulos, seorang pembawa acara talkshow dan mantan ajudan senior Bill Clinton.

Andrew pun tampaknya terus mengirimkan foto-foto keluarga intim kepada Epstein yang menampilkan putri-putrinya yang sudah dewasa, yakni, Putri Beatrice dan Putri Eugenie.

Pada 2022, Andrew dilaporkan membayar penyelesaian sebesar 12 juta poundsterling kepada mendiang Virginia Giuffre, yang mengklaim bahwa ia dipaksa untuk berhubungan seks dengannya setelah ia diperdagangkan oleh Epstein dan kaki tangannya Ghislaine Maxwell, seorang teman dekat mantan pangeran tersebut. Mountbatten-Windsor melakukan pembayaran tersebut tanpa menerima tanggung jawab dan selalu membantah melakukan kesalahan.

Namun, ia dan mantan istrinya, Sarah Ferguson, telah dikucilkan dari kalangan kerajaan karena keputusan mereka untuk tetap berteman dengan Epstein setelah hukuman pertamanya. Epstein memberi Ferguson 15.000 poundsterling untuk melunasi utang dan Ferguson menggambarkannya dalam sebuah email sebagai "saudara yang selalu (ia) inginkan".
 sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: