Idrus Marham Bela Jumhur Hidayat: Aktivis Dinilai Lebih Responsif Pimpin Lingkungan Hidup

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 29 April 2026 | 17:02 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik Idrus Marham. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik Idrus Marham. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Penunjukan Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) mendapatkan sorotan dari masyarakat.

Di tengah kritik terhadap rekam jejaknya, dukungan datang dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham Idrus Marham yang menilai latar belakang aktivisme menjadi nilai penting dalam kepemimpinan. Dia menyatakan bahwa keputusan tersebut tidak semata didasarkan pada pendidikan formal, melainkan proses panjang yang membentuk karakter seorang pemimpin.

“Yang paling pokok itu bukan hanya pendidikan formal, tetapi bagaimana seseorang lahir dari proses perjuangan panjang sebagai aktivis,” ujar Idrus, Rabu (29/4/2026).

Ia menilai pengalaman sebagai aktivis memberikan keunggulan tersendiri karena membentuk kepekaan sosial dan kemampuan merespons persoalan publik secara lebih cepat.

“Ciri karakter itu lebih sensitif, lebih responsif, lebih peka, dan lebih mobile, bahkan dalam sikap kepemimpinannya akan diinspirasi oleh nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme yang kuat. Ini yang dibutuhkan dalam menangani persoalan lingkungan hidup yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Menurut Idrus, sektor lingkungan hidup tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga erat dengan persoalan sosial yang kompleks. Karena itu, diperlukan pemimpin yang memiliki pengalaman langsung di lapangan.

“Kerja-kerja lingkungan hidup itu memerlukan sensitivitas dan responsibilitas tinggi. Banyak persoalan sosial yang muncul dari proses pembangunan, dan itu butuh pemimpin yang terbiasa menghadapi dinamika tersebut,” ujarnya.

Sejumlah pengamat juga menilai latar belakang aktivisme dapat menjadi modal dalam merumuskan kebijakan yang lebih inklusif. Kajian dari United Nations Environment Programme (UNEP) menunjukkan bahwa keberhasilan kebijakan lingkungan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan yang adaptif dan responsif terhadap tekanan sosial.

Di sisi lain, kritik terhadap Jumhur tetap bermunculan, terutama terkait kasus hukum di masa lalu. Namun, Jumhur telah menyatakan bahwa dasar hukum perkara tersebut telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi sehingga status hukumnya dinyatakan gugur.

Menanggapi hal itu, Idrus mengajak publik untuk melihat secara objektif dan memberi kesempatan bagi Jumhur untuk membuktikan kinerjanya.

“Kita harus dukung. Justru dengan pengalaman panjang itu, dia punya bekal untuk menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.

Perdebatan mengenai penunjukan ini menunjukkan meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan hidup. Ke depan, kinerja Jumhur dalam menangani berbagai persoalan seperti pengelolaan sampah, polusi, hingga perubahan iklim akan menjadi penentu utama tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinannya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: