Idrus Marham: Film Pesta Babi Justru Percepat Penjelasan Program Pangan di Merauke

Oleh: Ahda Bayhaqi
Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:29 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik Idrus Marham. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik Idrus Marham. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik Idrus Marham, menilai film dokumenter Pesta Babi menjadi momentum penting mempercepat sosialisasi dan membuktikan kepada publik tujuan dari program pengembangan pangan nasional di Merauke, Papua Selatan.

Polemik ini, bagi Idrus harus dilihat secara objektif dan proporsional. Masyarakat perlu memahami utuh latar belakang, tujuan, proses, serta hasil program yang sedang dijalankan pemerintah, bukan hanya berdasarkan potongan-potongan narasi yang berpotensi melahirkan kesimpulan sepihak.

"Kalau kita lihat dari hikmahnya, kita justru berterima kasih dengan adanya film itu. Karena film itu mempercepat proses penjelasan kepada masyarakat bahwa ada perbedaan mendasar antara apa yang terjadi dulu dengan apa yang dilakukan pemerintah sekarang," ujar Idrus, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Idrus, perdebatan motivasi dan kepentingan dari tujuan dibuatnya fim tersebut bukan hal yang paling penting untuk dipersoalkan. Idrus yakin, pasti pada saatnya semua itu akan terbongkar, hanya masalah waktu saja.

"Karena itu, sekali lagi saya tidak ingin mengkaji lebih jauh soal niat, motivasi, latar belakang maupun tujuan di balik film tersebut. Termasuk kemungkinan adanya oknum atau pihak-pihak tertentu yang bermain di balik polemik ini. Saya lebih memilih fokus melihat hikmahnya," ucapnya.

Hikmah terbesar dari munculnya film tersebut, menurut Idrus, adalah terbukanya ruang diskusi yang lebih luas mengenai program strategis pemerintah di Merauke. Dengan semakin banyak perhatian publik, pemerintah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menjelaskan fakta-fakta lapangan secara terbuka kepada masyarakat.

Idrus pun mengajak sutradara Film Pesta Babi Dandhy laksono dan Cypri Paju Dale beserta para aktivis lingkungan lainnya untuk bersama-sama hadir ke Merauke melihat langsung program pengembangan pangan nasional sehingga mendapat fakta yang ada, tanpa perlu ada saling mencurigai.

Dengan kunjungan tersebut, kata Idrus, dapat memahami pembangunan kawasan pangan di Merauke tidak bisa disamakan dengan praktik eksploitasi sumber daya alam pada masa lalu yang hanya berorientasi pada pengambilan hasil hutan tanpa memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

"Kalau dulu orang hanya mengambil kayu lalu meninggalkan kerusakan, sekarang berbeda. Yang dilakukan adalah membuka lahan untuk kepentingan rakyat, untuk ketahanan pangan bangsa, dan ada hasil yang bisa dirasakan masyarakat," ujarnya.

Idrus menilai kritik yang muncul seharusnya dijawab dengan data, fakta, dan hasil nyata di lapangan. Karena itu, ia mengajak masyarakat melihat langsung perkembangan program ketahanan pangan yang sedang berjalan, termasuk peningkatan produksi pertanian, pembangunan jaringan irigasi, serta bantuan alat dan mesin pertanian kepada petani.

Idrus menegaskan, publik tidak perlu bersikap reaktif terhadap film dokumenter tersebut. Menurutnya, semakin luas masyarakat mengetahui kondisi lapangan dan hasil program yang sedang berjalan, maka semakin mudah masyarakat membedakan antara narasi dan realitas.

 

"Yang penting program ini terus berjalan dan hasilnya bisa dirasakan rakyat. Semakin banyak orang melihat langsung fakta di lapangan, semakin jelas bahwa filosofinya berbeda, tujuannya berbeda, caranya berbeda, dan manfaatnya juga berbeda. Pada akhirnya rakyat yang akan memberikan penilaian," ucapnya.

Idrus menilai, ukuran utama keberhasilan bukanlah seberapa keras kritik yang dilontarkan, melainkan seberapa besar manfaat yang diterima masyarakat. 

"Selama program tersebut mampu meningkatkan produksi pangan, memperkuat ketahanan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Papua, maka program itu layak untuk terus didukung dan dikawal bersama. Mari kita sesama anak bangsa untuk mendukung percepatan pelaksanaan program tersebut," tutupnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: