Idrus Marham: Fokus Bahlil Saat Ini Besarkan Golkar dan Sukseskan Pemerintahan Prabowo

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 11 Juni 2026 | 15:12 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (Beritanasional/Ahda)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (Beritanasional/Ahda)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham membantah anggapan bahwa Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia tengah mempersiapkan diri menuju kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Menurut Idrus, sejak menjabat sebagai ketua umum, Bahlil lebih fokus pada konsolidasi internal partai, peningkatan perolehan kursi Golkar, serta menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Sejak menjadi ketua umum, komitmen Pak Bahlil adalah bagaimana konsolidasi internal partai dan bagaimana menambah kursi, serta sukses Pemerintahan Prabowo-Gibran. Fokusnya di situ. Tidak pernah bicara tentang calon presiden,” ujar Idrus.

Pernyataan tersebut disampaikan Idrus untuk merespons pandangan Direktur Eksekutif Ethical Politics Hasyibulloh Mulyawan yang menilai Bahlil memiliki peluang masuk dalam konfigurasi politik Pilpres 2029.

Sebelumnya, Hasyibulloh menilai popularitas Bahlil meningkat setelah fenomena lagu viral “MBG” atau “Mas Bahlil Ganteng” yang beredar di media sosial. Menurutnya, fenomena tersebut dapat menjadi modal popularitas politik bagi Bahlil pada masa mendatang.

Namun, Idrus menilai mengaitkan fenomena tersebut dengan pencalonan presiden merupakan kesimpulan yang terlalu jauh.

“Kalau ada opini dibuat begitu, itu opini yang sangat menyesatkan menurut saya. Ini sama dengan mengadu domba,” kata Idrus.

Ia menjelaskan, untuk memahami arah pemikiran dan komitmen politik Bahlil, publik dapat melihat gagasan yang tertuang dalam buku karya Bahlil berjudul Karya Kekaryaan: Eskalator Kesinambungan Pembangunan dan Kepemimpinan Nasional.

Menurut Idrus, dalam buku tersebut Bahlil menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan nasional melalui keberhasilan kepemimpinan Presiden Prabowo pada periode saat ini.

“Untuk memahami pikiran, komitmen, sikap dan pemikiran politik Pak Bahlil ke depan, itu sudah diuraikan dalam bukunya. Fokusnya adalah bagaimana mensukseskan kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini,” ujar Idrus.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pemerintahan Prabowo akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional pada periode berikutnya.

“Kalau Pak Prabowo sukses pada periode ini, maka itu menjadi eskalator menuju periode berikutnya,” kata Idrus.

Selain itu, Idrus menyebut Bahlil juga mengemukakan gagasan mengenai pembentukan koalisi permanen yang melibatkan Golkar dan partai-partai pendukung pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo.

“Di dalam buku itu Pak Bahlil menyampaikan perlunya koalisi permanen ke depan bersama Golkar, tentu di bawah pimpinan Pak Prabowo. Itu yang menjadi gagasan yang disampaikan,” ujarnya.

Idrus menilai Bahlil memiliki karakter politik yang terbentuk dari proses panjang sebagai aktivis dan kader partai.

“Pak Bahlil adalah seorang aktivis yang ditopang oleh perjuangan panjang. Tidak boleh dilihat sama dengan politisi lain,” kata Idrus.

Ia juga menegaskan bahwa Bahlil selama ini menunjukkan konsistensi antara pernyataan dan tindakan politiknya.

“Pak Bahlil selama ini menyampaikan gagasan, pikiran, sikap dan komitmen politiknya itu satu kata dan perbuatan,” ujarnya.

Menurut Idrus, konsistensi tersebut terlihat sejak Bahlil dipercaya memimpin Golkar hingga menjadi bagian dari pemerintahan saat ini.

“Karena itu Pak Bahlil tetap konsisten bahwa fokusnya adalah membesarkan partai, menambah kursi, dan bagaimana kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini sukses,” kata Idrus.

Lebih lanjut, Idrus menegaskan bahwa prioritas Golkar saat ini adalah mendukung dan mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Pemimpin kita adalah Pak Prabowo sekarang. Bagaimana pemerintahan ini sukses. Kalau Pak Prabowo sukses, tentu itu bisa menjadi eskalator menuju periode selanjutnya,” ujar Idrus.

Nama Bahlil belakangan kembali menjadi perbincangan publik setelah lagu parodi “MBG Mas Bahlil Ganteng” viral di berbagai platform media sosial dan digunakan dalam sejumlah konten kreatif warganet.

Meski demikian, Idrus menegaskan bahwa popularitas di ruang digital tidak dapat serta-merta diterjemahkan sebagai agenda politik menuju Pilpres 2029. Menurutnya, Golkar hingga saat ini belum membahas konfigurasi kandidat untuk pemilihan presiden mendatang dan tetap fokus memperkuat organisasi serta mendukung pemerintahan.

“Opini boleh dibuat, tetapi secara politik praktis, Golkar fokus bekerja dan membesarkan partai,” pungkas Idrus.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: