Trump Klaim Iran Ingin Berdamai, AS Masih Lanjutkan Negosiasi

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:09 WIB
Reklame berisi foto Donald Trump dilempari batu oleh para pelayat Ali Khamenei di Teheran, Senin (6/7/2026). (BeritaNasional/Viory)
Reklame berisi foto Donald Trump dilempari batu oleh para pelayat Ali Khamenei di Teheran, Senin (6/7/2026). (BeritaNasional/Viory)

BeritaNasional.com -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya masih menjalin komunikasi dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Pernyataan itu disampaikan saat muncul spekulasi mengenai kemungkinan serangan militer AS terhadap Teheran.

Trump menegaskan Washington tetap mengedepankan jalur diplomasi, meski di saat yang sama menyatakan militer AS berada dalam kondisi siap jika diperlukan.

Menurutnya, berbagai opsi untuk mengakhiri konflik masih terbuka, namun ia tidak menjelaskan secara rinci strategi yang dimaksud.

"Kami sedang berbicara dengan Iran. Mereka kini semakin serius," kata Trump.

Saat ditanya mengenai pihak yang memimpin negosiasi dengan Iran, Trump menyebut Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio terlibat dalam proses tersebut.

Namun, ia enggan membeberkan detail pembicaraan yang sedang berlangsung.

Trump kembali menegaskan sikap Washington bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Meski begitu, ia mengaku tidak terburu-buru mencapai kesepakatan baru.

Menurut Trump, pemerintah Iran sebenarnya ingin menyelesaikan konflik melalui perundingan. Namun, ia menilai Teheran belum siap menunjukkan sikap tersebut secara terbuka.

"Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi saya rasa mereka belum siap. Kadang mereka ingin terlihat kuat sehingga tidak mau mengakuinya," ujar Trump.

Trump juga menyebut komunikasi antara kedua negara masih berlangsung hingga saat ini. Karena itu, ia membuka peluang bahwa ancaman serangan besar terhadap Iran yang sebelumnya sempat disampaikan tidak perlu direalisasikan apabila proses diplomasi membuahkan hasil.

Meski demikian, situasi di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian dunia. Upaya diplomasi dinilai menjadi kunci untuk mencegah konflik berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: