LeBron James Ungkap Alasan Pilih Philadelphia 76ers untuk Akhiri Karier di NBA

Oleh: Tarmizi Hamdi
Minggu, 26 Juli 2026 | 00:03 WIB
Megabintang LeBron James. (Foto/NBA)
Megabintang LeBron James. (Foto/NBA)

BeritaNasional.com - Megabintang bola basket dunia LeBron James resmi memilih Philadelphia 76ers sebagai pelabuhan terakhir untuk menutup kariernya. 

Pemain berjulukan King James ini menandatangani kontrak berdurasi dua musim. Pada musim kedua, dia berstatus sebagai opsi pemain (player option).

Langkah ini sempat memicu teka-teki karena LeBron sempat mempertimbangkan untuk pensiun pada akhir musim lalu. 

Lewat unggahan di media sosialnya, ia bahkan mengaku sempat berpikir laga terakhirnya musim lalu adalah aksi penutupnya di lapangan. Namun, hasrat berkompetisi rupanya belum padam.

Melalui keputusan ini, LeBron menegaskan kebersamaannya dengan Sixers akan menjadi momen The Last Dance alias musim terakhirnya di NBA.

"Ini adalah keputusan terakhir saya. Saya tidak melakukannya demi uang atau keluarga. Saya masih ingin bekerja, menantang diri sendiri, berkompetisi, dan kembali merasakan sensasi menjadi juara," tegas LeBron yang dikutip dari Marca pada Sabtu (25/7/2026).

Alasan Pilih Philadelphia 76ers

Sebelum menjatuhkan pilihan pada tim berjuluk Sixers ini, LeBron sempat dikaitkan dengan sejumlah tim besar. 

Cleveland Cavaliers dan Miami Heat menawarkan romansa bernostalgia untuk pensiun di "rumah". 

Golden State Warriors memberikan kesempatan bermain bersama Stephen Curry. Sementara itu, New York Knicks menawarkan panggung besar di Big Apple. Namun, Sixers punya magnet yang lebih kuat.

Berdasarkan laporan dari ESPN, motif utama LeBron hanya satu, memburu cincin juara kelima sebelum gantung sepatu. 

Peta persaingan berubah drastis setelah Sixers sukses mendaratkan Jaylen Brown dari Boston Celtics lewat skema pertukaran dengan Paul George. 

Langkah agresif ini meyakinkan LeBron bahwa Sixers adalah kendaraan terbaik menuju takhta juara.

Selain faktor teknis di lapangan, kenyamanan logistik juga menjadi daya tarik. LeBron kabarnya tetap bisa tinggal di New York dan melakukan perjalanan bolak-balik ke kompleks latihan Sixers di Camden, New Jersey, serta menuju Philadelphia untuk melakoni laga kandang.

Di sisi lain, keberhasilan Knicks menyudahi dahaga gelar selama 53 tahun pada Juni lalu juga memengaruhi keputusan LeBron. 

Dengan misi Knicks yang sudah tuntas, LeBron kini tertantang untuk melakukan hal serupa. bagi Sixers, tim yang tidak pernah mencicipi gelar juara NBA lagi sejak 1983.

Jika berhasil membawa Sixers juara, LeBron tidak hanya mempersembahkan cincin pertama bagi publik Philly dalam 44 tahun, tetapi juga mengukir sejarah sebagai pemain pertama yang memenangkan gelar juara dengan empat tim berbeda. 

Saat ini, ia masih berbagi rekor memenangi gelar di tiga tim berbeda bersama Robert Horry, Danny Green, dan John Salley.

Menakar Peluang Juara Sixers

Langkah LeBron ke Wilayah Timur dianggap sebagai strategi yang realistis. Di Wilayah Barat, persaingan dinilai terlalu terjal karena harus melewati adangan tim muda nan tangguh seperti San Antonio Spurs dan Oklahoma City Thunder. Warriors, Lakers, dan Timberwolves dinilai sulit melewati adangan tersebut.

Sementara di Timur, peta kekuatan lebih terbuka. Meski Miami Heat telah mendatangkan Giannis Antetokounmpo, proses adaptasi bintang asal Yunani itu masih menyisakan tanda tanya.

Ditambah lagi, kepindahan Jaylen Brown otomatis melemahkan Boston Celtics, yang sekaligus melapangkan jalan Sixers. Target awal yang realistis bagi Sixers adalah kembali ke Final Wilayah Timur untuk pertama kalinya sejak 2001.

Secara matematis, susunan pemain inti Sixers musim depan sangat mengerikan. Di atas kertas, kombinasi lima pemain utama mereka mampu mengemas rata-rata lebih dari 120 poin per malam, merujuk pada statistik musim lalu: Tyrese Maxey (28 poin), Jaylen Brown (28,7 poin), Joel Embiid (26,9 poin), LeBron James (20,9 poin), dan bintang muda VJ Edgecombe (16 poin).

Tantangan terbesar bagi kepala pelatih Nick Nurse kini adalah ego dan pembagian bola. Selain itu, kebugaran Joel Embiid di fase krusial akhir musim akan menjadi kunci utama jika Sixers ingin melaju jauh menghadapi jawara Wilayah Barat di partai puncak.

Untuk merampungkan kesepakatan bernilai delapan juta dolar selama dua tahun ini, manajemen Sixers kini tengah bersiap melakukan pergerakan bangku cadangan.

Beberapa pertukaran pemain, termasuk potensi melepas Jabari Walker atau Dalen Terry, diperkirakan bakal dilakukan demi menjaga kelonggaran pembatasan gaji (salary cap) sebelum musim reguler bergulir.

Sumber: Marca dan ESPNsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: