Pramono Buka Suara soal Kabar Tarif Transjabodetabek Naik hingga Rp15 Ribu

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 11 Juni 2026 | 15:13 WIB
Transjabodetabek rute Blok M-Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. (BeritaNasional/Lydia)
Transjabodetabek rute Blok M-Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. (BeritaNasional/Lydia)

BeritaNasional.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung menepis beredarnya kabar mengenai lonjakan tarif Transjabodetabek yang disebut-sebut bakal naik secara signifikan. Isu tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat pengguna transportasi massal penyangga ibu kota.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Pramono saat berada di kawasan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar), Kamis (11/6/2026).

‘’Jadi, saya ingin menjelaskan karena sudah di beberapa media itu mengutipnya menurut saya tidak proper. terutama untuk Transjabodetabek seakan-akan akan mengalami kenaikan Rp10 sampai dengan Rp15 ribu. Tidak semua Transjabodetabek itu akan mengalami kenaikan yang seperti itu,’’ tegas Pramono.

Gubernur menjelaskan skema penyesuaian harga kemungkinan hanya akan menyasar satu atau dua rute tertentu, bukan kenaikan secara keseluruhan. Ia menegaskan komitmennya untuk menyamakan sistem tarif Transjabodetabek dengan layanan reguler Transjakarta.

‘’Mungkin satu-dua yang akan mengalami penyesuaian harga, tetapi saya tetap akan memberlakukan Transjabodetabek sama dengan Transjakarta. Angkanya berapa nanti segera kami putuskan,’’ lanjutnya.

15 Golongan Tetap Gratis Naik Transportasi Umum

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengingatkan kembali Pemprov DKI Jakarta tetap berkomitmen memberikan subsidi penuh bagi kelompok masyarakat tertentu. Saat ini, sudah ada 15 golongan warga Jakarta yang dibebaskan dari tarif alias gratis saat menggunakan transportasi publik.

‘’Karena memang dalam kondisi seperti ini teman-teman sekalian, kalau bagi warga Jakarta 15 golongan itu kan sudah digratiskan. Saya yakin di tempat ini Bapak-bapak yang sebenarnya walaupun ini warga yang mampu, yang usianya di atas 60 tahun itu gratis,’’ jelas Pramono.

Fasilitas gratis ini juga mencakup profesi tertentu seperti jurnalis, aparatur sipil negara (ASN), hingga aparat keamanan. 

Layanan pengurusan kartu transportasi gratis tersebut bahkan dibuka secara berkala untuk memudahkan masyarakat.

‘’Teman-teman wartawan kalau mau ngurus gratis. ASN, TNI, Polri gratis dan sebagainya. Bahkan setiap hari Minggu yang ingin mengurus gratis untuk transportasinya ada di samping Hotel Mandarin," tambahnya.

Bagi mantan Sekretaris Kabinet ini, fokus utama pemerintah saat ini bukan sekadar mengutak-atik harga tiket, melainkan meningkatkan kenyamanan warga agar mau beralih ke transportasi publik.

Meski cakupan konektivitas angkutan umum di Jakarta sudah hampir menyeluruh, tingkat ketergantungan masyarakat pada Transjabodetabek dinilai masih perlu digenjot lebih masif lagi.

"Nah, jadi sekali lagi bagi saya yang paling penting bukan perubahan atau penyesuaian harga, tetapi membuat warga Jakarta lebih nyaman, lebih menikmati Transjabodetabek. Karena sekarang ini sudah 93 persen konektivitas tersambung, tapi masih di bawah 30 persen orang yang secara terus-menerus menggunakan Transjabodetabek. Jadi saya ingin itu. Kalau kadonya apa, kalau kadonya bisa 30 persen," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: