Polisi Tangkap 2 Orang Pelaku Pembacokan, Sesama Pelajar di Palmerah Jakbar

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 11 Juni 2026 | 15:12 WIB
Ilustrasi TKP (Foto/Pixabay)
Ilustrasi TKP (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Video viral di media sosial merekam aksi pembacokan dilakukan pelajar terhadap pelajar lain di wilayah Jakarta Barat (Jakbar). Dari insiden itu dilaporkan pelajar yang menjadi korban turut mengalami luka.

Sebagaimana diunggah lewat akun Instagram @reset.feeds, terekam pembacokan terjadi saat korban berpapasan dengan rombongan pelaku yang masih mengenakan seragam sekolah.

"Seorang pemotor menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh pelajar bersenjata tajam di kawasan Rawa Belong dekat SDN 17 Palmerah pada Selasa (9/6) siang," tulis keterangan dalam akun tersebut.

Atas kejadian ini, Kapolsek Palmerah, AKP Parman BM Nainggolan menyatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan. Di mana kejadian itu, bukanlah tawuran melainkan tindakan penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam).

"Itu bukan tawuran tapi pembacokan yang dilakukan oleh pelaku, yang saat itu korban mau ke sekolah melewati Gang T di Kelurahan Palmerah," kata Parman saat dihubungi pada Kamis (11/6/2026).

Menurut Parman, kejadian pembacokan menggunakan sajam celurit ini berawal saat korban sedang menaiki sepeda motor dan berpapasan dengan pelaku. 

"Salah satu langsung memukul pakai ikat pinggang dan itu memicu temannya untuk melakukan pembacokan. Setelah melakukan itu, pelaku langsung kabur," ucapnya.

Tak butuh waktu lama, Parman menyatakan pihaknya segera melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap dua pelajar pelaku penyerangan.

"Anggota kita melihatnya dari medsos pada sore hari, kemudian langsung ke TKP dan cek CCTV. Saat itu juga dikejar dan didapatkan untuk dapat mengamankan pelaku," katanya.

Sementara untuk korban, Parman menyebut telah mendapat perawatan medis dengan jahitan sebanyak tujuh jahitan. Kasus tersebut saat ini masih dilakukan pendalaman oleh kepolisian termasuk motif pelaku menyerang korban.

"Itu masih kita dalami karena pada saat itu korban hanya sendiri. Kalau dibilang tawuran, maka dia akan mencarikan kelompok, tapi ini adalah personal yang sedang lewat," pungkasnya.


 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: