4 WNI Jadi Sandera Perompak Somalia, Komisi I DPR Dorong Pemerintah Segera Bertindak
BeritaNasional.com - Insiden pembajakan kembali terjadi di perairan internasional. Empat warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai ABK di kapal tanker MT Honour 25 dilaporkan disandera oleh kelompok perompak di perairan Hafun, Somalia.
Merespons situasi darurat tersebut, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB Syamsu Rizal mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret.
Pria yang akrab disapa Deng Ical ini menegaskan bahwa keselamatan nyawa para pelaut Indonesia harus menjadi prioritas tertinggi.
Deng Ical meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tidak bergerak sendirian. Ia mendorong adanya kolaborasi lintas instansi untuk memastikan operasi penyelamatan berjalan lancar.
“Kementerian Luar Negeri harus segera berkoordinasi dengan kementerian PPMI serta TNI dan lembaga terkait lainnya untuk menyusun strategi pembebasan yang matang dan terukur,” ujar Deng Ical, Rabu (29/4/2026).
Ia juga mengingatkan agar setiap langkah yang diambil diperhitungkan dengan sangat teliti guna menghindari risiko fatal bagi para sandera. Diplomasi strategis dengan negara-negara tetangga di kawasan tersebut dianggapnya sebagai kunci penting.
Mengingat rekam jejak militer Indonesia, Deng Ical optimistis jika TNI dilibatkan dalam misi ini. Ia merujuk pada keberhasilan gemilang operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus tahun 2011. Pasukan khusus Indonesia berhasil menyelamatkan 20 WNI tanpa satu pun korban jiwa dari pihak kita.
Selain kekuatan militer, pendekatan multilateral menjadi hal yang tak terelakkan. MT Honour 25 mengangkut kru dari berbagai negara, kerja sama internasional mutlak diperlukan.
“Pemerintah Indonesia perlu menjalin koordinasi dengan negara-negara terkait untuk memastikan proses pembebasan berjalan efektif dan aman,” tambahnya.
Deng Ical meyakini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kasus penyanderaan ini akan mendapat atensi khusus. Ia percaya pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya terbaiknya untuk membawa pulang para ABK tersebut dalam keadaan selamat.
Komisi I DPR RI menyatakan akan terus mengawal perkembangan situasi ini dari waktu ke waktu, memastikan bahwa negara benar-benar hadir dalam melindungi rakyatnya di luar negeri.
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 21 jam yang lalu







